Diversifikasi Usaha PART ke Non-Komponen Otomotif Jadi Penopang Pertumbuhan Laba

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, (28/8) Suararealitas.co – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) optimistis strategi diversifikasi usaha ke sektor non-komponen otomotif akan semakin memperkuat kinerja Perseroan sepanjang 2026.

Dengan tetap mempertahankan bisnis komponen otomotif sebagai bisnis inti, PART mulai mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui kegiatan fabrikasi mesin dan peralatan untuk berbagai kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strategi diversifikasi tersebut mulai dikembangkan sejak semester II 2025 sebagai langkah Perseroan untuk memperluas portofolio usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu segmen industri.

Saat ini, bisnis non-otomotif PART mencakup produksi berbagai jenis mesin untuk kebutuhan pertanian serta peralatan rumah tangga yang berkaitan dengan program pemerintah maupun non-pemerintah di sektor pertanian dan industri makanan dan minuman.

Diversifikasi tersebut tidak menggantikan bisnis komponen otomotif yang selama ini menjadi fondasi Perseroan. PART tetap melihat bisnis otomotif memiliki prospek pertumbuhan positif, sementara bisnis non-otomotif dikembangkan sebagai complementary growth engine yang diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan utilisasi kemampuan fabrikasi Perseroan, serta memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan dan laba.

Laba Bersih Diproyeksikan Naik 46,18%

Dampak strategi diversifikasi mulai tercermin dalam proyeksi kinerja keuangan Perseroan. Pada 2026, PART memproyeksikan pendapatan mencapai Rp413,62 miliar, meningkat sekitar 11,91% dibandingkan pendapatan 2025 sebesar Rp369,59 miliar.

Pertumbuhan laba diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Laba usaha pada 2026 diperkirakan mencapai Rp58,39 miliar, meningkat 43,74% dibandingkan posisi 2025 sebesar Rp40,62 miliar.

Baca Juga :  Peduli Sesama, Yayasan Walubi Salurkan Bantuan ke Lokasi Bencana Gempa Bumi Cianjur

Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp44,16 miliar, meningkat sekitar 46,18% dibandingkan laba bersih 2025 sebesar Rp30,21 miliar.

Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan tersebut juga diperkirakan mendorong perbaikan profitabilitas Perseroan.

Margin laba usaha diproyeksikan meningkat dari 10,99% pada 2025 menjadi 14,12% pada 2026, atau bertambah 3,13 poin persentase (ppt). Sementara itu, margin laba bersih diproyeksikan naik dari 8,17% menjadi 10,68%, atau meningkat 2,51 ppt.

Peningkatan kinerja tersebut juga tercermin pada proyeksi laba per saham (earnings per share/EPS). PART memperkirakan EPS pada akhir 2026 mencapai Rp15,49 per saham, meningkat 37,20% dibandingkan EPS 2025 sebesar Rp11,29 per saham.

Secara keseluruhan, proyeksi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan PART pada 2026 tidak hanya ditopang oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga oleh pertumbuhan laba dan perbaikan profitabilitas.

Momentum Pertumbuhan Diperkirakan Menguat pada Semester II 2026

Mengacu pada pengalaman pelaksanaan bisnis selama 2025, kontribusi segmen non-otomotif diperkirakan semakin terlihat pada semester II 2026, terutama mulai kuartal III dan berpotensi mencapai tingkat aktivitas yang lebih tinggi pada kuartal IV.

Hingga Juni 2026, PART telah membukukan pendapatan sebesar Rp177,64 miliar dan laba bersih sebesar Rp9,11 miliar.

Dengan capaian tersebut, Perseroan melihat semester II 2026 sebagai periode penting dalam pencapaian target kinerja setahun penuh, sejalan dengan peningkatan kontribusi dari kegiatan usaha non-otomotif.

Baca Juga :  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Direktur PT Cipta Perdana Lancar Tbk menyampaikan bahwa strategi Perseroan diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

“Diversifikasi yang kami lakukan bukan untuk meninggalkan bisnis otomotif, tetapi untuk memperkuat PART melalui sumber pertumbuhan baru. Kami tetap menjaga bisnis komponen otomotif sebagai fondasi utama, sekaligus mengembangkan kemampuan fabrikasi Perseroan untuk menangkap peluang di sektor non-otomotif. Kami berharap kombinasi kedua segmen ini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan.”

Selain peningkatan laba, posisi keuangan Perseroan juga diproyeksikan tetap bertumbuh hingga akhir 2026.

Total aset diproyeksikan mencapai Rp424,34 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp335,71 miliar.

Sementara itu, ekuitas diproyeksikan meningkat menjadi Rp234,55 miliar dari posisi Rp184,85 miliar pada akhir 2025.

Pertumbuhan aset dan ekuitas tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan menjaga fondasi keuangan seiring dengan pengembangan lini usaha baru.

Dengan fundamental bisnis otomotif yang tetap dipertahankan dan pengembangan segmen non-otomotif sebagai sumber pertumbuhan baru, PART optimistis dapat membangun struktur usaha yang semakin terdiversifikasi.

Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas basis pasar Perseroan, mengoptimalkan kapasitas fabrikasi, memperkuat profitabilitas, serta meningkatkan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Suasana Khidmat Mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kp Citugu Puraseda
Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah
Kampus UIN RIL di Jaga Preman Wartawan meliput di Kroyok Tanpa sebab
Puluhan Tahun Bersengketa, Ahli Waris H. Makawi Tempuh Langkah Konstitusional ke Presiden
Pernikahan Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy Dihadiri Sejumlah Pejabat dan Artis
Cek Karhutla Gambut Jambi, Menhut Raja Antoni : Kelalaian Kecil Bisa Berdampak Luas
Jelang Aksi 27 Agustus, Yogi Korpus BEM PTMAI Minta Mahasiswa Utamakan Kepentingan Rakyat
Instruksi Presiden, Kemenhut Bekukan 6 Perusahaan Terkait Karhutla Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Diversifikasi Usaha PART ke Non-Komponen Otomotif Jadi Penopang Pertumbuhan Laba

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Suasana Khidmat Mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kp Citugu Puraseda

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Kampus UIN RIL di Jaga Preman Wartawan meliput di Kroyok Tanpa sebab

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Puluhan Tahun Bersengketa, Ahli Waris H. Makawi Tempuh Langkah Konstitusional ke Presiden

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Spa Menjamur, Dugaan Prostitusi Muncul: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB