Pemerintah Perkuat Penanganan Banjir Pantura, Brebes Masuk Program FMNJP untuk Tingkatkan Ketahanan Wilayah

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, suararealitas.co – Pemerintah menggelar Sosialisasi Penanganan Banjir di Kawasan Pantai Utara Jawa dalam mendukung Flood Management in North Java Project (FMNJP) di Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi risiko banjir di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Harapannya, penanganan banjir tidak hanya melindungi masyarakat dari dampak bencana, tetapi juga menjaga produktivitas pertanian dan aktivitas ekonomi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Pantura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantura Jawa selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis nasional.

Selain menjadi jalur utama distribusi barang dan jasa, kawasan tersebut juga menjadi sentra pertanian, perikanan, industri, hingga perdagangan.
Namun, perubahan iklim membuat kawasan ini semakin rentan terhadap banjir dan banjir rob.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Irvan Amirullah, mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Baca Juga :  Jaga Jakarta On The Spot Polsek Kawasan Sunda Kelapa Perkuat Sinergi dengan Warga Muara Angke, Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif

“Selain pembangunan infrastruktur, diperlukan penguatan perencanaan, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap risiko bencana. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan akan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Irvan, dalam rilis yang diterima redaksi, Jum’at (7/8/2026).

Ia menjelaskan, FMNJP merupakan bentuk komitmen Pemerintah bersama Asian Development Bank (ADB) dalam memperkuat ketahanan kawasan Pantura terhadap risiko banjir.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, kapasitas kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak banjir cukup besar.

Berdasarkan data BNPB, banjir yang terjadi di Kecamatan Ketanggungan pada Maret 2026 merendam ratusan rumah, mengganggu akses transportasi, serta berdampak pada sektor pertanian dan peternakan.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah juga memperkenalkan Livelihood Restoration Program (LRP) sebagai bagian dari implementasi FMNJP.

Baca Juga :  KKP Hadirkan Sekolah Pantai di Tanjungpinang untuk Lindungi Ekosistem Laut

“Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat terdampak memulihkan mata pencaharian melalui pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas ekonomi, dan pengembangan usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” ungkapnya.

Pelatihan bagi Warga Terdampak (WTD) telah dimulai di Kabupaten Indramayu dan Majalengka, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Kuningan dan Grobogan.

Sementara itu, Kabupaten Brebes dijadwalkan mengikuti pelatihan pada tahap berikutnya pada 2027.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Eka Widodo, menilai keberhasilan penanganan banjir juga ditentukan oleh peran aktif masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu dibarengi dengan pendekatan soft engineering melalui edukasi dan perubahan perilaku.

“Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya mencegah banjir. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, serta tidak mengubah atau membelokkan alur sungai merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kelancaran aliran air,” ujar Eka.

Penulis : Sa

Berita Terkait

Penyaluran Beras Bantuan Pemerintah di Warakas Berlangsung Tertib, Ribuan Warga Terdata sebagai Penerima
Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif
Pelayanan Humanis, Polisi Berbagi Roti dan Air di Tengah Aksi
Polisi Telusuri Dugaan Pungutan dan Aktivitas di Kawasan Kalijodo
Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan
Cegah TPPO, Menko Polkam: Kirim Tenaga Kerja Indonesia yang Kompeten, Siap, dan Terlindungi
KOWANI Jadikan Hari Perdamaian Internasional Momentum Persatuan
Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:40 WIB

Penyaluran Beras Bantuan Pemerintah di Warakas Berlangsung Tertib, Ribuan Warga Terdata sebagai Penerima

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIB

Pelayanan Humanis, Polisi Berbagi Roti dan Air di Tengah Aksi

Selasa, 22 September 2026 - 10:23 WIB

Kontainer Terbakar di NPCT 1, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gandeng Labfor Lakukan Penyelidikan

Selasa, 22 September 2026 - 09:41 WIB

Cegah TPPO, Menko Polkam: Kirim Tenaga Kerja Indonesia yang Kompeten, Siap, dan Terlindungi

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:44 WIB

Kabar Polisi

Pelayanan Humanis, Polisi Berbagi Roti dan Air di Tengah Aksi

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:39 WIB