MIDI Catat Pertumbuhan Laba 45 Persen pada 2025, Pendapatan Tembus Rp20,64 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

 

Jakarta, Suararealitas.co – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan ritel Alfamidi, membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan. Perseroan berhasil meraih pendapatan neto sebesar Rp20,64 triliun, meningkat 3,79 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp19,89 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 45,01 persen menjadi Rp792,36 miliar dari Rp546,41 miliar pada tahun sebelumnya.  

Dalam paparan publik yang digelar di Tangerang, Kamis (4/6/2026), manajemen MIDI menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh ekspansi gerai, peningkatan kontribusi pelanggan loyal, serta optimalisasi kanal penjualan digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang tahun 2025, Perseroan menambah 152 gerai baru secara neto yang terdiri atas 135 gerai Alfamidi dan 18 gerai Alfamidi Super, sehingga total gerai yang beroperasi hingga akhir 2025 mencapai 2.587 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.  

Dari sisi persebaran geografis, ekspansi terus difokuskan ke luar Pulau Jawa. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 54 persen gerai Alfamidi berada di luar Pulau Jawa, sedangkan 24,7 persen berada di wilayah Jabodetabek dan 21,3 persen di Pulau Jawa di luar Jabodetabek. Perseroan mencatat proporsi gerai di luar Pulau Jawa meningkat signifikan dibandingkan satu dekade sebelumnya.  

Baca Juga :  BRI Kanca BSD Berikan Dukungan dan Support kepada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan

Kanal digital juga menunjukkan perkembangan positif. Kontribusi penjualan online melalui aplikasi Midi Kriing serta kerja sama dengan platform seperti GoMart dan GrabMart mencapai 2,78 persen dari total pendapatan neto pada 2025, naik dibandingkan 2,53 persen pada tahun sebelumnya.  

Di sisi loyalitas pelanggan, jumlah anggota program member Alfamidi mencapai 7,02 juta pelanggan pada akhir 2025 atau tumbuh 18,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi pendapatan yang berasal dari pelanggan member juga meningkat menjadi 49,79 persen.  

Perseroan juga terus memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Pada 2025, penggunaan kantong plastik berhasil ditekan menjadi 22,24 persen dari sebelumnya 23,05 persen. Selain itu, pemasangan panel surya di delapan gudang dan 30 gerai berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 1.376 ton sepanjang tahun.  

Dalam aspek sosial, MIDI menggandeng sekitar 225 UMKM lokal untuk memasarkan produknya melalui jaringan gerai Alfamidi. Perseroan juga menyediakan ruang usaha bagi sekitar 3.600 tenant UMKM di area parkir gerai. Di bidang ketenagakerjaan, jumlah karyawan penyandang disabilitas mencapai 325 orang atau setara 1,06 persen dari total tenaga kerja, melampaui ketentuan minimum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.  

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan, BRI Gelar Game dan Ice Breaking Bersama Pekerja Usai Briefing Pagi

Perseroan turut menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), antara lain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberdayaan UMKM, penanaman mangrove, program Edukasi Keluarga Balita, Kampung Merdeka Alfamidi, serta program Alfamidi Class yang mendukung pendidikan dan keterampilan siswa SMK.  

Memasuki tahun 2026, Perseroan menargetkan penguatan posisi sebagai perusahaan ritel multi-format melalui pengembangan Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi kanal belanja online, serta penguatan tata kelola dan praktik bisnis berkelanjutan.  

Kinerja pada kuartal I 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang berlanjut. Hingga 31 Maret 2026, jumlah gerai bertambah menjadi 2.627 unit. Pada periode yang sama, pendapatan neto mencapai Rp5,88 triliun atau meningkat 6,43 persen secara tahunan, sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 39,50 persen menjadi Rp265,57 miliar. 

Berita Terkait

Perkuat Keandalan dan Efisiensi Objek Vital Nasional, PT GUT Tampilkan Solusi Pemeliharaan Modern di Electricity Connect 2026
Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026
AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru
Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara
Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional
BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus
Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang
Mengenal PT Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian dari Unirama Group

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:37 WIB

Perkuat Keandalan dan Efisiensi Objek Vital Nasional, PT GUT Tampilkan Solusi Pemeliharaan Modern di Electricity Connect 2026

Selasa, 22 September 2026 - 21:38 WIB

Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026

Kamis, 17 September 2026 - 12:13 WIB

AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru

Rabu, 16 September 2026 - 12:35 WIB

Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Banten Ungkap Hasil Identifikasi Korban Kapal Arupadhatu 1

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:15 WIB