MALANG, suararealitas.co – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan langsung di lapangan.
Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kebun Jeruk, Batu Malang, pada Senin, 11 Mei 2026 kemarin.
Kegiatan ini dilaksanakan di kebun jeruk milik Haji Ardyan Wicaksana, salah satu pelaku usaha pertanian yang mengembangkan potensi agrowisata dan budidaya jeruk di kawasan Batu Malang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat, baik dari sisi produksi pertanian, pengelolaan lahan, maupun peluang pengembangan usaha berbasis wisata edukatif.
Melalui kegiatan ini, para dosen hadir untuk memberikan pendampingan, berbagi pengetahuan, serta melakukan dialog bersama pemilik dan pengelola kebun terkait pengembangan usaha pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Pengabdian ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam melihat secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha pertanian, mulai dari pengelolaan hasil panen, pemasaran produk, pemanfaatan potensi wisata kebun, hingga penguatan nilai tambah komoditas lokal.
Penguatan Potensi Kebun Jeruk sebagai Basis Ekonomi Lokal
Kebun jeruk di Batu Malang memiliki daya tarik yang tidak hanya terletak pada hasil pertaniannya, tetapi juga pada peluang pengembangan agrowisata berbasis pengalaman.
Pengunjung dapat mengenal proses budidaya jeruk, melihat langsung kondisi kebun, serta memahami bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi dan ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen menekankan pentingnya pengelolaan kebun secara terpadu.
Artinya, kebun tidak hanya dipandang sebagai tempat produksi buah, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang dapat dikembangkan melalui strategi pemasaran, penguatan identitas produk, pelayanan kepada pengunjung, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan promosi.
Kegiatan pengabdian ini juga menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha pertanian agar lebih siap menghadapi perubahan pasar.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam dan produk lokal, kebun jeruk memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi edukatif sekaligus sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Kolaborasi Akademisi dan Pelaku Usaha Pertanian
Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat secara langsung.
Kehadiran dosen di tengah pelaku usaha pertanian bukan hanya untuk memberikan teori, tetapi juga untuk memahami persoalan nyata di lapangan dan membantu merumuskan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui diskusi dan observasi lapangan, tim dosen memperoleh gambaran mengenai potensi serta tantangan pengelolaan kebun jeruk milik Haji Ardyan Wicaksana.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan strategi usaha, peningkatan nilai tambah produk, dan penguatan daya saing kebun jeruk sebagai bagian dari ekonomi lokal Batu Malang.
Haji Ardyan Wicaksana menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan kebun ke depan.
Kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha pertanian seperti ini menjadi penting agar potensi lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar dan perubahan zaman.
Respons Positif dan Harapan Lanjutan
Kegiatan pengabdian masyarakat di Kebun Jeruk Batu Malang ini mendapat respons positif karena mampu mempertemukan perspektif akademik dengan praktik langsung di lapangan.
Bagi dosen, kegiatan ini menjadi ruang untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata. Sementara bagi pelaku usaha, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dalam mengembangkan potensi kebun secara lebih terarah.
Tim pelaksana berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kunjungan atau pendampingan sesaat, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk program yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, pengembangan kebun jeruk dapat diarahkan pada penguatan manajemen usaha, strategi pemasaran digital, pengembangan agrowisata edukatif, serta peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat dan pengunjung.
Dengan adanya kegiatan ini, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi jembatan nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun potensi lokal yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Penulis : Dr. Allen Pranata Putra, S.E., M.KP, Dosen Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Jawa Timur




































