BOGOR, Suararealitas.co – Warga Kampung Parungsapi RT 02 RW 10, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menggelar kerja bakti membersihkan sedimentasi dan sampah yang menutup saluran air di area irigasi, Jumat (22/5).
Kegiatan dilakukan sebagai upaya mencegah genangan dan gangguan aliran air saat musim hujan.
Ketua RW 10, Bahtiar, mengatakan kerja bakti difokuskan pada pembersihan gorong-gorong dan saluran air yang dipenuhi lumpur serta material pasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak pagi warga bersama-sama membersihkan saluran air agar tidak tersumbat sampah maupun sedimentasi. Harapannya aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan genangan ketika hujan turun,” kata Bahtiar saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, seluruh material lumpur yang menumpuk di saluran juga diangkut agar tidak kembali menghambat aliran air.
Salah seorang warga yang akrab disapa Kang Ayeh menyebut kegiatan tersebut memang telah direncanakan sebelumnya menyusul tingginya tumpukan tanah di sekitar saluran irigasi.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air meluap ke permukaan dan memicu banjir, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
“Tumpukan tanah ini bisa menghambat aliran air. Kalau dibiarkan, air bisa naik ke permukaan dan menyebabkan banjir,” ujarnya.
Aktivitas gotong royong membersihkan saluran irigasi disebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Kecamatan Jasinga.
Warga secara swadaya rutin melakukan pembersihan di area saluran irigasi yang dialiri air dari Bendungan Sendung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan irigasi di wilayah Jasinga hingga kini belum sepenuhnya tertangani sejak banjir besar awal 2020. Sedimentasi tinggi, vegetasi liar, dan kerusakan fisik saluran disebut masih menjadi penyebab terganggunya distribusi air ke wilayah hilir.
Tak hanya masyarakat, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Irigasi Jasinga juga dikabarkan kerap menggunakan dana pribadi untuk menutup kebutuhan operasional kegiatan pengangkatan sedimentasi di sejumlah titik saluran.
Sementara itu, dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bogor dinilai masih terbatas. Berdasarkan keterangan pihak UPT sebelumnya, kebutuhan biaya kegiatan reguler UPT Irigasi Jasinga pada 2025 mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, saat dikonfirmasi terkait alokasi biaya pemeliharaan irigasi tahun 2026 belum memberikan tanggapan.




































