Jakarta, Suararealitas.co — Transformasi digital di sektor konstruksi nasional mulai bergerak semakin serius. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi 5D Building Information Modeling (BIM) kini dinilai menjadi kebutuhan baru untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan proyek konstruksi.
Perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam gelaran AEC Connect Day 2026 bertajuk “Double Intelligence with AI 5D BIM” yang diselenggarakan Glodon Indonesia di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sebagai salah satu agenda penting industri Architecture, Engineering, and Construction (AEC) di Indonesia, kegiatan tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik maupun swasta untuk membahas perkembangan teknologi digital yang mulai mengubah pola kerja industri konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah meningkatnya kompleksitas proyek dan tekanan biaya pembangunan, pelaku industri mulai membutuhkan sistem kerja yang mampu mempercepat proses perhitungan proyek sekaligus meminimalkan risiko kesalahan data.
Selama ini, perubahan desain di tengah proyek kerap memicu revisi volume pekerjaan yang harus dihitung ulang secara manual. Kondisi tersebut tidak jarang berdampak pada keterlambatan pengawasan biaya hingga potensi pembengkakan anggaran proyek.
Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri konstruksi nasional.
“Sebagai salah satu agenda penting industri AEC di Indonesia, kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta untuk membahas bagaimana inovasi digital membentuk masa depan konstruksi,” ujar Florentia.
Menurut dia, integrasi AI dan 5D BIM dapat membantu profesional konstruksi meningkatkan akurasi pekerjaan, mempercepat proses estimasi proyek, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data sepanjang siklus pembangunan.
Melalui rangkaian keynote session, diskusi panel, dan berbagi pengalaman pengguna, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi digital dalam proyek konstruksi nyata sekaligus peluang kolaborasi di tengah ekosistem industri yang semakin terintegrasi.
Dalam forum tersebut, Glodon Indonesia juga meluncurkan QuantifAI, solusi digital terbaru berbentuk 2-in-1 QTO Global Version yang mengintegrasikan AI dan 5D BIM dalam satu platform terpadu.
Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung proses quantity surveying dan manajemen biaya proyek agar lebih efisien, akurat, dan terstruktur.
Sistem itu memungkinkan gambar AutoCAD dibaca secara otomatis oleh AI untuk menghitung kebutuhan tulangan, menyusun quantity take-off, hingga menghasilkan bar bending schedule secara digital.
Selain mempercepat proses kerja, teknologi tersebut juga diklaim mampu mengoptimalkan penggunaan material sehingga limbah konstruksi dapat ditekan lebih efisien.

Menurut Florentia, penggunaan teknologi digital dalam proses estimasi proyek mampu memangkas waktu pengerjaan beberapa kali lipat dibanding metode konvensional maupun proses manual.
“Kalau dibandingkan proses manual, tentu jauh lebih cepat,” katanya.
Di sisi lain, integrasi AI dan BIM dinilai penting untuk memperkuat pengawasan biaya proyek secara real time. Dalam sejumlah proyek konstruksi, perubahan volume pekerjaan yang terlambat terdeteksi kerap menjadi salah satu penyebab meningkatnya biaya pembangunan.
Karena itu, penerapan sistem digital mulai dipandang sebagai kebutuhan untuk mendukung tata kelola proyek yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, Glodon Indonesia juga mendorong pengembangan industri melalui Indonesia National 5D BIM Competition 2026 yang tahun ini diselenggarakan bersama Direktorat Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat standardisasi praktik quantity surveying berbasis BIM, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas biaya proyek, sekaligus memperkuat tata kelola konstruksi nasional.
Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor, AEC Connect Day 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan transformasi digital industri konstruksi Indonesia menuju sistem kerja yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.




































