Jakarta, Suararealitas.co – PT PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk. memaparkan strategi peningkatan kinerja dan rencana ekspansi usaha dalam agenda Public Expose yang digelar di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Perseroan menargetkan penguatan efisiensi operasional, optimalisasi armada, hingga pengembangan pasar pasir kuarsa untuk menopang pertumbuhan bisnis tahun depan.
Direktur Utama KLAS, Kurnyatjan Sakti Efendie, Dalam pemaparannya menyampaikan bahwa KLAS telah beroperasi sejak 2011 dan memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang angkutan laut domestik. Perusahaan saat ini melayani pengiriman di sejumlah wilayah strategis, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi dengan dukungan armada kapal terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KLAS juga terus memperluas jaringan usaha melalui pembentukan sejumlah anak perusahaan guna mendiversifikasi bisnis serta memperluas pasar di luar Asia.
Perseroan mencatat layanan pengiriman kini menjangkau lebih dari 20 pelabuhan utama di Indonesia, antara lain Palembang, Jambi, Lampung, Pontianak, Samarinda, Tarakan, Makassar, Morowali, Surabaya, hingga Merak. Jaringan logistik tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam mendukung distribusi nasional.
Dari sisi struktur pemegang saham per 12 Mei 2026, mayoritas saham KLAS dimiliki oleh Kurnyatjan Sakti Efendie sebesar 71,67 persen, sementara masyarakat menguasai 28,24 persen saham Perseroan.
Adapun dari sisi kinerja keuangan, Perseroan membukukan rasio lancar sebesar 212,12 persen pada 2025. Sementara rasio liabilitas terhadap ekuitas tercatat 82,84 persen, margin EBITDA sebesar 28,20 persen, serta imbal hasil atas ekuitas mencapai 13,20 persen.
Dalam upaya meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, Perseroan menjalankan sejumlah strategi terintegrasi di seluruh lini usaha. Langkah tersebut meliputi peningkatan layanan transportasi pelayaran sesuai kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas kapal dan tongkang melalui perawatan berkala.
KLAS juga memperkuat kepastian kargo melalui integrasi vertikal bersama anak usaha, PT Karya Cipta Lahanindo (KCL). Melalui skema tersebut, Perseroan dapat mengendalikan distribusi pasir kuarsa secara langsung kepada mitra industri sehingga menciptakan efisiensi logistik dan memperkuat daya saing perusahaan di tingkat nasional.
Selain itu, Perseroan fokus melakukan penurunan liabilitas guna memperkuat arus kas di tengah dinamika harga energi global.
Untuk rencana kerja 2026, KLAS menargetkan evaluasi dan peningkatan efisiensi armada, termasuk peluang penambahan kapal apabila permintaan pasar meningkat. Perseroan juga membidik penurunan rasio konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 5 persen terhadap jarak tempuh operasional.
Melalui PT Karya Cipta Lahanindo, Perseroan turut menargetkan peningkatan kapasitas produksi tambang sebesar 15 hingga 20 persen guna memastikan ketersediaan captive cargo sehingga armada kapal dapat beroperasi dengan muatan optimal.
Di sisi lain, KLAS juga berupaya memperluas pangsa pasar penjualan pasir kuarsa ke industri panel surya atau glass silika yang dinilai memiliki margin lebih tinggi dibandingkan pasar pasir konstruksi konvensional.




































