Burung Gagak Memenuhi Langit Israel, Antara Persepsi Sain dan Mitologi

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararealitas.co  –  Langit Kota Tel Aviv, Israel mendadak gelap pada Selasa (24/3) ketika kawanan burung gagak beterbangan, berputar di udara, dalam jumlah besar.

Fenomena tak biasa ini viral di media sosial karena terlihat seperti ‘awan hidup’ yang bergerak. Peristiwa ini memicu kekhawatiran hingga berbagai spekulasi netizen termasuk konspirasi terkait datangnya azab.

Mengutip laporan Daily Mail, video yang beredar menunjukkan bahwa kawanan burung itu membentuk pola melingkar di atas Tel Aviv bahkan menutupi sebagian langit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena itu langsung memicu reaksi publik yang banyak mengaitkannya dengan pertanda buruk atau azab.

Tidak sedikit juga publik yang menganggap fenomena ini sebagai kejadian aneh yang jarang terjadi.

Bahkan sejumlah komentar di media sosial menyebutkan bahwa kejadian ini menyeramkan karena langit tampak suram akibat jumlah burung yang sangat banyak.

Penjelasan Ilmiah

Meski tampak mengkhawatirkan, para ahli menegaskan fenomena ini sebenarnya perilaku alami burung yang dikenal sebagai murmuration.

Baca Juga :  Truk Terguling di Flyover Pesing Jakbar, Oli Tumpah Ruah di Jalan dan Lalin Dialihkan

Dalam kondisi tertentu, burung-burung akan berkumpul dalam jumlah besar dan terbang berputar untuk tujuan seperti menghindari predator, mencari tempat bertengger, atau merespons perubahan lingkungan.

Dalam laporan itu, para ornitolog atau ahli burung menjelaskan bahwa fenomena ini bukan sesuatu yang berbahaya.

Itu adalah perilaku alami burung yang terjadi ketika mereka berkumpul dalam jumlah besar untuk perlindungan dan koordinasi.

“Burung-burung itu merupakan bagian dari jalur migrasi musiman. Sekitar 500 juta burung melewati Israel setiap tahun selama migrasi musim semi,” kata para ilmuwan dilansir dari YouTube.

Perilaku Musiman Gagak di Israel

Para ilmuwan mengatakan gagak berkerudung sering berkumpul di kota-kota selama musim bersarang. Gagak sangat umum di Israel, terutama spesies hooded crow.

Pergerakan gagak dalam jumlah besar biasanya terjadi sekitar bulan Maret karena perilaku musiman.

Fenomena seperti ini juga bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca, gangguan habitat, atau peningkatan populasi burung di suatu wilayah.

Baca Juga :  Perkuat Diplomasi Perdamaian, Mayjend TNI Maychel Asmi Hadiri Peringatan Bastille Day ala Perancis

Di wilayah perkotaan seperti Tel Aviv, lampu kota dan sumber makanan juga dapat menarik burung untuk berkumpul dalam jumlah besar.

Terlepas dari penjelasan ilmiah, banyak pengguna media sosial masih percaya bahwa itu adalah pertanda buruk.

Sejumlah pengguna di X menghubungkan peristiwa itu dengan nubuat agama dari Kitab Wahyu.

Dikaitkan dengan Nubuat

Mereka secara khusus menyebutkan Wahyu 19:17, yang berbicara tentang burung-burung yang berkumpul karena peristiwa besar.

Kawanan besar itu menciptakan awan gelap yang bergerak di atas cakrawala kota, membuat penduduk terkejut.

Netizen lain ada juga yang mengatakan itu adalah pertanda terburuk bagi peradaban, dan mengklaim bahwa orang Romawi kuno menganggap serius pertanda burung dan bahkan keharusan menghentikan peperangan segera.

Hal ini terutama dikaitkan dengan situasi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah di tengah konflik Amerika Serikat-Israel vs Iran, dan masih berlangsungnya genosida yang dilakukan Israel pada penduduk Gaza, Palestina.

Berita Terkait

Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Ribuan Penumpang di Bali Terdampak: Imigrasi Berlakukan ITKT dan Bebas Denda Overstay
JANGAN Terlalu Percaya pada BOARD Of PEACE ala TRUMP
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman
PBB Tegaskan Status Greendland Tetap Bagian Denmark
Malaysia Kecam Keras Tindakan Israel ke Markas UNRWA
Perkuat Kesiapan Operasional RDF Plant Rorotan, DLH DKI Luncurkan Ratusan Truk Compactor Tertutup
Indonesia Resmi Terpilih Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2026–2027
Daring Peace di Vatikan, Menag Bicara Persaudaraan dan Kenang Persahabatannya dengan Paus Fransiskus

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:51 WIB

Burung Gagak Memenuhi Langit Israel, Antara Persepsi Sain dan Mitologi

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:26 WIB

Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Ribuan Penumpang di Bali Terdampak: Imigrasi Berlakukan ITKT dan Bebas Denda Overstay

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:48 WIB

JANGAN Terlalu Percaya pada BOARD Of PEACE ala TRUMP

Senin, 16 Februari 2026 - 11:00 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman

Kamis, 22 Januari 2026 - 03:32 WIB

PBB Tegaskan Status Greendland Tetap Bagian Denmark

Berita Terbaru