Jakarta, Suararealitas.co – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 menjadi momentum penguatan budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Seminar bertema “Chemical Hazard at Workplace” yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya pengendalian bahaya bahan kimia di lingkungan kerja sekaligus memperluas edukasi K3 lintas usia sebagai upaya menekan angka kecelakaan kerja.
Seminar yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Balai Besar Keselamatan Kerja (BBKK) yang dirancang secara komprehensif. Dalam satu rangkaian, dua seminar utama digelar dengan fokus pada penanganan bahaya bahan kimia serta isu pemeriksaan dan keselamatan kerja. Selain itu, agenda lanjutan juga dilaksanakan hingga esok hari, mencakup kegiatan pemeriksaan keselamatan dan aspek teknis pekerjaan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar K3 Jakarta, Waluyo, mengatakan bahwa rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sarana edukasi publik yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 secara konsisten dan terukur.
“Dalam K3, kunci utama keselamatan adalah pengujian dan pemeriksaan. Melalui pendekatan ini, potensi risiko dapat dikenali sejak awal dan dikendalikan sebelum berkembang menjadi kecelakaan kerja,” ujar Waluyo.
Menariknya, rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026 juga menyasar kelompok usia dini. BBKK menginisiasi program edukasi K3 untuk anak-anak sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya keselamatan sejak dini. Langkah ini diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran terhadap potensi bahaya serta mampu mengenali dan menilai risiko sejak awal kehidupan.
“Edukasi K3 perlu dikenalkan dari usia dini agar generasi muda ke depan memiliki pemahaman sejak awal dan mampu meneruskan budaya keselamatan kerja. Anak-anak kita diharapkan dapat mengenali bahaya, mempelajarinya, dan memahami risiko secara sederhana namun bermakna,” jelasnya.
Selain seminar dan edukasi anak, kegiatan juga diisi dengan pameran Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) serta demonstrasi pemadaman kebakaran. Seluruh rangkaian ini akan berlangsung hingga esok hari dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan K3 dari lintas sektor.
Waluyo menambahkan, edukasi K3 diharapkan dapat terus didistribusikan secara luas, tidak hanya melalui kegiatan pemerintah, tetapi juga dilanjutkan oleh dunia usaha dan industri di lingkungan kerja masing-masing.
“Program ini pada akhirnya ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sejalan dengan harapan pimpinan serta Kementerian. Kami pun cukup terkejut melihat antusiasme anak-anak yang mulai mengenal K3 sejak dini melalui kegiatan ini,” pungkasnya.




































