JAKARTA, suararealitas.co – Dead Lock Munas V Ikal Lemhannas pada 23 Agustus 2025 lalu ialah upaya reformasi penyelamatan marwah organisasi tersebut.
Pasalnya, telah berakhir nya masa bakti kepengurusan DPP Ikal Lemhannas periode 2020-2025 pada tanggal 5 Oktober 2025.
Adapun, sesuai SKEP DPP Nomor: 01/DF/Munas IV/Ikal/X/2020 dan juga dengan gagalnya DPP Ikal Lemhannas untuk melanjutkan Munas V.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maka, forum komunikasi dewan pengurus daerah (DPD) dan dewan pengurus angkatan (DPA) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (Ikal Lemhannas) menyatakan, bahwa tidak lagi mengakui kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar sebagai Ketua Umum.
“Saat ini, beliau bukan lagi Ketua Umum DPP Ikal Lemhannas. Beliau telah mengabaikan surat-surat imbauan DPD, dan DPA seluruh Indonesia, yang dikirim kepadanya sebanyak tiga kali terkait penyelenggaraan Munas Lanjutan. Namun tidak direspon sama sekali oleh beliau,” kata Ketua OC Munas Khusus Ikal, Doktor Redy PS didampingi Ketua SC, Doktor Amran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Berdasarkan hasil Munas Khusus Ikal Lemhannas 2025 di Hotel Borobudur Jakarta, pada Jumat (28/11) lalu, bahwa sesuai Pasal 22 dalam AD ART terpilihlah Doktor Amran Aminullah sebagai Ketua Tim 9 Presidium atau Formatur yang beranggotakan 9 orang.
Munas Khusus Ikal Lemhannas diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional guna menyelamatkan citra dan marwah, serta mengantisipasi terjadinya kefakuman organisasi tersebut.
Berikut ini 9 anggota Presidium Formatur DPP Ikal:
1. M. Amran Aminullah (Ketua).
2. Nieta Hidayani (Sekretaris).
3. Sukri Palutturi.
4. I Nyoman Sudyana.
5. Jan Samuel Maringka.
6. Rajab Ritonga.
7. Abdul Rahman Sabara.
8. Nuning Rodiyah.
9. Sri Puryono.
Tim Presidium Formatur nantinya bertugas untuk menyusun komposisi pengurus DPP Ikal Lemhannas masa bakti 2025-2030.
“Selanjutnya, akan mendaftarkan ke Kantor Kementerian Hukum (Kemenkum). Bentuk hasil kerja Tim 9 Presidium Formatur ialah menyampaikan pelaksanaan Munas Khusus Ikal kepada pihak-pihak terkait, baik instansi pemerintah atau institusi negara maupun perorangan,” jelas Doktor Amran.
Menurut Ketua OC, Doktor Redy PS (Alumni PPSA 19) mengatakan, bahwa Forum Borobudur ini dimulai dari beberapa Insiator yang menghasilkan rekomedasi dan sudah memenuhi syarat korum, serta sah dilaksanakan.
Apalagi, Forum Borobudur ini bertambah dukungan dari DPD Ikal Kalimantan Barat dan DPD Ikal Kalimantan Utara.
Doktor Amran juga mengajak kepada seluruh Alumni Lemhannas untuk bersatu membesarkan Ikal Lemhannas.
“Demi mengembalikan citra dan marwah Ikal Lemhannas, Kita harus menjaga NKRI serta Ketahanan Nasional di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan semboyan sebagai Katalisator Keutuhan Bangsa,” pungkasnya.



































