Terima Audiensi Penjabat Bupati Cilacap, BPH Migas Dukung Distribusi BBM Subsidi Untuk Sektor Produktif

- Jurnalis

Jumat, 21 Juli 2023 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menerima audiensi Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar di Kantor BPH Migas di Jakarta, Jumat (21/7/2023). Dalam pertemuan tersebut, BPH Migas menegaskan pentingnya pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) tepat sasaran dan tepat volume, serta mendukung BBM subsidi untuk produktivitas bagi nelayan dan petani. 

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman menyampaikan untuk tahun 2023, kuota BBM bersubsidi jenis minyak solar adalah sebanyak 17 juta kilo liter (KL). Lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang sebanyak 17,8 juta KL. BPH Migas harus membagi kuota ini supaya mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. 

“Kalau ada kebutuhan tambahan, maka kami akan berupaya untuk mengaturnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Saleh, penentuan kuota BBM bersubsidi bagi tiap wilayah berdasarkan masukan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah dan badan usaha penyalur BBM bersubsidi. Tujuan ditentukannya kuota untuk BBM tersebut adalah agar BBM subsidi dapat didistribusikan dengan tepat sasaran dan tepat volume. 

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Johar Baru, Dua Celurit Disita

Hal senada juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arif. Menurutnya ada beberapa pertimbangan terkait pengaturan BBM subsidi, salah satunya dengan melihat kondisi di lapangan. 

“Misalnya ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang satu masih ada kuotanya, maka bisa digeser ke SPBU lainnya yang membutuhkan, seperti SPBU untuk nelayan,” tuturnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menyampaikan usulan penyesuaian kuota BBM untuk nelayan di wilayahnya. Dengan kuota yang ada saat ini, Yunita khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan nelayan hingga akhir tahun. 

“Kami memahami ada pengurangan BBM subsidi untuk tahun 2023 ini. Tetapi Cilacap ini memang daerah pesisir selatan yang sangat banyak nelayannya, lebih dari 18.000 orang. Dengan adanya pengurangan BBM subsidi ini, kami khawatir dapat menyebabkan banyak nelayan tidak dapat melaut  karena kendala kuota  BBM tersebut,” katanya. 

Baca Juga :  Gerakan Pramuka Kwarran Cimahi Tengah Gelar Pertemuan Membahas Rencanakan Program Kerja Tahun 2024

Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijadi dalam kesempatan itu memaparkan, pihaknya memerlukan data yang komprehensif terkait jumlah serta kebutuhan nelayan di Cilacap. Data-data tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan menjadi salah satu dasar untuk menentukan kuota BBM. Disepakati akan dilakukan komunikasi lebih lanjut mengenai hal-hal tersebut. 

Untuk mendukung pendistribusian BBM tepat sasaran, lanjut dia, saat ini telah digunakan teknologi informasi berupa QR code. Diharapkan nantinya semua nelayan yang berhak membeli BBM bersubsidi dapat terdata sehingga lebih menjamin hak terhadap barang subsidi tersebut. 

Hadir dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Perikanan Cilacap Indarto, SBM Pertamina RU IV Andi Arifin, perwakilan KUD dan nelayan Cilacap.

Berita Terkait

Enam Warga Diserahkan Kepada Perwakilan Keluarga, Kodim 1710/Mimika Tegaskan Proses Sesuai Prosedur Hukum
Kasad: Anda Semua Selamanya Tetap Keluarga Besar Angkatan Darat
Bareskrim Polri Eksekusi Aset Judi Online Rp58 Miliar, Diserahkan ke Negara
Proyek Galian PDAM Diduga Terbengkalai, Jalan Satu Maret Kalideres Berubah Jadi Kubangan Bau dan Biang Kemacetan
Kongres Komposer Indonesia Serukan Kedaulatan Hak Cipta, Fadli Zon Siap Fasilitasi
Polri Sita dan Eksekusi Rp58 Miliar Aset Judi Online, Hasil TPPU Diserahkan ke Negara
Benteng Pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah Ambruk Akibat Hujan Deras, Warga Desak Tanggung Jawab Pengembang
Prabowo Siap Jadi Mediator Iran – AS || Aceng Syamsul Hadie: Keluar Dulu dari BoP, Baru Jadi Mediator karena Netralitas Tidak Bisa Setengah Hati

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Enam Warga Diserahkan Kepada Perwakilan Keluarga, Kodim 1710/Mimika Tegaskan Proses Sesuai Prosedur Hukum

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:00 WIB

Kasad: Anda Semua Selamanya Tetap Keluarga Besar Angkatan Darat

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:22 WIB

Bareskrim Polri Eksekusi Aset Judi Online Rp58 Miliar, Diserahkan ke Negara

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:42 WIB

Proyek Galian PDAM Diduga Terbengkalai, Jalan Satu Maret Kalideres Berubah Jadi Kubangan Bau dan Biang Kemacetan

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:34 WIB

Kongres Komposer Indonesia Serukan Kedaulatan Hak Cipta, Fadli Zon Siap Fasilitasi

Berita Terbaru