Indonesia dan Amerika Perkuat Komitmen Mitigasi Pemanasan Global

- Jurnalis

Senin, 14 Agustus 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, (14/8) – Indonesia dan Amerika memperkuat komitmennya dalam menghadapi pemanasan global melalui pengelolaan karbon biru dengan mengoptimalkan tata kelola mangrove dan lamun. Komitmen ini terungkap dalam forum Bilateral Climate Working Group Task Force 2 Workshop on Blue Carbon Ecosystems.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi era pemanasan global (global boiling). Menurut laporan para ilmuwan, pada Juli 2023 tercatat sebagai bulan terpanas, karenanya perubahan iklim merupakan isu yang harus menjadi perhatian dalam segala sektor, termasuk sektor kelautan dan perikanan, dimana potensi karbon biru di Indonesia dari lamun dan mangrove mencapai sekitar 17% dari karbon biru dunia.

“Hal ini menjadi dasar upaya mitigasi perubahan iklim pada sektor kelautan dan perikanan melalui pengurangan emisi serta peningkatan serapan karbon dan menjaga simpanan karbon pada ekosistem karbon biru melalui kebijakan ekonomi biru yang menyeimbangkan antara kepentingan lingkungan dan ekonomi dalam pengelolaan ruang laut,” ungkap Victor.

Menurutnya, dalam konteks perubahan iklim, laut dan ekosistem pesisir memiliki fungsi penting dalam pengendalian perubahan iklim. Salah satunya dapat dilihat dari kemampuan ekosistem pesisir, yakni mangrove, padang lamun dan rawa pasang surut dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Indonesia sendiri telah menetapkan komitmennya dalam dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC). Pada September 2022 lalu, Indonesia telah menyampaikan Enhanced NDC dengan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca menjadi 31,89% dengan upaya sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional.

“Upaya Indonesia mempersiapkan ekosistem karbon biru lamun untuk dapat berkontribusi sebagai target pencapaian NDC Indonesia membutuhkan berbagai hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan seperti standarisasi metodologi, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, alih dan transfer teknologi serta penguatan kerja sama,” terang Victor.

Victor berharap, workshop ini dapat menjadi ajang untuk bertukar informasi, berbagi pengetahuan dan perkembangan teknologi terkini terkait dengan karbon biru. Bagi Indonesia, dapat memberikan masukan teknis kepada KKP dalam mempercepat ekosistem karbon biru, khususnya lamun masuk dalam Second NDC Indonesia pada tahun 2024.

Baca Juga :  Kasus Penembakan Di Cengkareng , Khotibi Achyar, Anggota DPRD DKI Komisi A Angkat Bicara

Sementara itu, Economic Counselor Kedutaan Besar Amerika Serikat Jonathan Habjan menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi karbon biru. Mangrove dan lamun dapat mengurangi dampak perubahan iklim seperti cuaca ekstrem karena kedua ekosistem ini dapat menyimpan karbon.

“Deforestasi dan perubahan lahan merupakan suatu tantangan pada kedua ekosistem karbon biru. Harapannya, Indonesia – AS dapat berkolaborasi untuk mengambil peran aktif dalam workshop yang akan dijadikan materi tindak lanjut bagi kedua negara,” tutup Jonathan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menciptakan laut yang sehat, aman, tangguh dan produktif bagi kesejahteraan bangsa melalui diplomasi maritim serta kerja sama dengan berbagai negara untuk mewujudkan strategi pembangunan ekonomi biru (blue economy) yang menitikberatkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi pada aktivitas yang menetap di ruang laut.

Berita Terkait

PTPN IV dan FKJBP Bogor Barat Peduli Korban Banjir dan Longsor di Cigudeg
Masuk Hari Kedua TMMD Ke-128, Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik
Peringati Hari Transportasi, Tarif Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta 1 Rupiah
Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Deklarasi Damai Jelang Hari Buruh  
Putra Terbaik Papua Ditembak di Yahukimo, TNI Kecam dan Buru Pelaku OPM
Bupati Mimika Buka TMMD Reguler Ke-128 Kodim 1710/Mimika, Kampung Keakwa Jadi Sasaran Utama
Panas! Dua Kelompok Demonstran Adu Bacot Depan Gedung Bupati Tangerang
Sistem Barcode MyPertamina Bermasalah, Distribusi Logistik Terancam Terganggu

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:06 WIB

PTPN IV dan FKJBP Bogor Barat Peduli Korban Banjir dan Longsor di Cigudeg

Kamis, 23 April 2026 - 22:09 WIB

Masuk Hari Kedua TMMD Ke-128, Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik

Kamis, 23 April 2026 - 16:46 WIB

Peringati Hari Transportasi, Tarif Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta 1 Rupiah

Kamis, 23 April 2026 - 15:24 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Deklarasi Damai Jelang Hari Buruh  

Kamis, 23 April 2026 - 09:54 WIB

Putra Terbaik Papua Ditembak di Yahukimo, TNI Kecam dan Buru Pelaku OPM

Berita Terbaru

Tulisan “Disewakan” Muncul di Ruko Aset Pemkot

Hukum

Tulisan “Disewakan” Muncul di Ruko Aset Pemkot

Jumat, 24 Apr 2026 - 13:10 WIB