Jakarta, Suararealitas.co – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) menargetkan penguatan kinerja usaha pada 2026 melalui peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan eksisting serta ekspansi pelanggan baru di sektor logistik dan jasa pengurusan transportasi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Perseroan, Hafez Salammudin, dalam Public Expose Perseroan yang digelar pada (19/5/2026).
Menurut Hafez, Perseroan akan terus memperkuat daya saing bisnis di tengah dinamika industri logistik nasional dengan mengedepankan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta pengembangan jaringan usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perseroan akan terus fokus mempertahankan kualitas pelayanan kepada para pelanggan setia serta berupaya mendapatkan pelanggan-pelanggan baru dalam upaya meningkatkan kinerja Perseroan untuk tahun berjalan,” ujar Hafez
PPGL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) dengan layanan meliputi ocean freight, air freight, trucking dan custom brokerage, hingga reefer cargo. Perseroan melayani sejumlah sektor industri seperti food and beverage, consumer goods, kertas, kaca, hingga komoditas tepung.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp175,22 miliar pada tahun buku 2025. Sementara laba komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp9,50 miliar.
Di sisi neraca, total aset Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp411,85 miliar, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp258,61 miliar. Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp144,32 miliar.
PPGL didirikan pada 19 Juni 2015 dan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 20 Juli 2020 dengan kode emiten PPGL.
Susunan manajemen Perseroan saat ini terdiri dari Jap Astrid Patricia sebagai Komisaris Utama, I Made Satyaguna sebagai Komisaris Independen, Darmawan Suryadi SM sebagai Direktur Utama, serta Hafez Salammudin sebagai Direktur.
Sementara itu, susunan pemegang saham Perseroan per 30 April 2026 terdiri atas Darmawan Suryadi SM sebesar 53,12 persen, Jap Astrid Patricia sebesar 22,08 persen, dan masyarakat sebesar 24,08 persen.




































