Jakarta, Suararealitas.co – PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) menargetkan penguatan kinerja bisnis pada 2026 melalui penambahan armada, ekspansi usaha transportasi, serta pengembangan sektor properti dan perdagangan kendaraan bekas.
Strategi tersebut dipaparkan Direktur Perseroan, Baja Erikson Naibaho dalam Paparan Publik Perseroan yang digelar secara virtual Zoom, Selasa (19/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Baja Erikson mengatakan Perseroan terus memperkuat fundamental usaha sejak berdiri pada 2012 dengan nama awal PT Armada Beton hingga berkembang menjadi emiten yang bergerak di sektor transportasi dan logistik.
Menurutnya, Perseroan pada tahun ini berfokus melakukan penambahan dan peremajaan armada guna meningkatkan kapasitas operasional serta efisiensi layanan.
Selain penguatan armada, Perseroan juga memperluas lini usaha melalui pembentukan sejumlah entitas anak baru. Di sektor angkutan, Perseroan mendirikan PT Jaya Bae Nusantara dan PT Prima Bae Nusantara. Sementara di bidang perdagangan kendaraan bekas, Perseroan membentuk PT Maju Bae Makmur.
“Perseroan juga mengembangkan sektor properti melalui PT Aman Bae Jaya yang merupakan anak usaha dari PT Aman Bae Sentosa sejak Januari 2025,” ujar Baja Erikson.
Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp378,16 miliar per 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp219,99 miliar. Total ekuitas tercatat sebesar Rp124,28 miliar, sedangkan total liabilitas mencapai Rp253,87 miliar.
Pada periode yang sama, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp73,90 miliar dengan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp4,46 miliar.
Manajemen menyebut pertumbuhan aset dan ekspansi usaha menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam memperkuat posisi bisnis di sektor transportasi dan logistik nasional.
Berdasarkan struktur pemegang saham per April 2026, mayoritas saham Perseroan dimiliki oleh Darmawan Suryadi sebesar 53,08 persen. Sementara Jap Astrid Patricia menggenggam 21,22 persen saham dan kepemilikan publik tercatat sebesar 25,70 persen.
Selain bisnis transportasi, Perseroan melalui PT Aman Bae Perkasa juga mengembangkan proyek Perumahan Sindang Mulya Cibarusah di Kabupaten Bekasi di atas lahan seluas 20.104 meter persegi. Hingga saat ini, sebanyak 101 unit rumah telah selesai dibangun, dengan penjualan rumah subsidi mencapai 45 unit dan satu unit rumah komersial.
Di sektor properti dan pariwisata, anak usaha PT Aman Bae Sentosa juga memiliki aset berupa 11 unit villa dan dua bidang tanah di Bali.
Melalui penguatan operasional dan diversifikasi usaha, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas kontribusi di sektor transportasi, logistik, dan properti nasional.




































