KOTA TANGSEL, Suararealitas.co – Pelaksanaan Seleksi Terbuka (Open Bidding) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini berada di bawah sorotan tajam.
Direktur Eksekutif Tangerang Public Service (TPS), Ryan Erlangga, memberikan peringatan keras kepada Panitia Seleksi (Pansel) agar bekerja profesional dan tidak menjadi alat untuk melegitimasi “pejabat titipan”.
Ryan menekankan bahwa jabatan strategis yang sedang dilelang — seperti Kepala Dispora, Disperindag, BKAD, Satpol PP, hingga Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan & SDM — adalah pilar utama pembangunan Tangsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuntut agar seleksi ini menghasilkan pemimpin yang berintegritas, bukan sekadar penganut budaya Asal Bapak Senang (ABS).
“Tangsel harus segera bebenah! Kami ingatkan kepada Pansel, jangan main mata. Berkompetisilah dengan kompetensi dan sinergi. Kepala OPD ke depan harus jauh lebih baik, punya visi yang jelas, dan berani melakukan terobosan. Kita tidak butuh pejabat yang hanya pintar mencari muka ke atasan tapi abai pada tugas pokoknya,” tegas Ryan dalam keterangan resminya, Kamis (26/03/2026).
Ryan menyoroti khusus posisi di BKAD yang mengelola keuangan daerah dan Satpol PP sebagai penegak Perda.
Menurutnya, jika posisi ini diisi oleh orang yang salah hanya karena faktor kedekatan, maka potensi penyimpangan akan semakin besar.
“Budaya korup harus hilang! Pelayanan masyarakat di Tangsel harus optimal, maksimal, dan prima. Awas! Asal rotasi dan promosi hanya akan merusak tatanan birokrasi. Jabatan Staf Ahli pun jangan hanya dijadikan tempat ‘parkir’ atau balas budi politik, tapi harus diisi SDM yang mumpuni untuk memberi masukan strategis bagi daerah,” tambahnya.
TPS berkomitmen untuk mengawal ketat setiap tahapan seleksi. Ryan menegaskan bahwa publik akan terus memantau apakah hasil Open Bidding ini mencerminkan meritokrasi atau justru kembali ke pola lama yang feodal.
“Masyarakat Tangsel butuh pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan untuk menyenangkan bos semata. Jika Pansel meloloskan nama-nama yang tidak kompeten, maka integritas seleksi ini patut dipertanyakan. Kami akan pelototi sampai akhir!” tutup Ryan Erlangga.




































