Jakarta, Suararealitas.co – MD Pictures dan Manara Studio kembali meramaikan industri perfilman tanah air dengan merilis Official Poster film drama religi terbarunya, “Kupilih Jalur Langit”.
Diadaptasi dari kisah nyata viral karya Elizasifaa (kreator Ipar Adalah Maut), film ini menyoroti potret rapuhnya pernikahan muda yang dibangun di atas fondasi masa lalu yang belum usai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui poster resmi yang diluncurkan dalam acara Press Conference, publik diperlihatkan pada kontras emosi yang tajam. Amira (Azizi Asadel) tampil mencolok dalam balutan busana merah yang melambangkan keberanian sekaligus cinta yang tulus. Namun, di belakangnya, Furqon (Emir Mahira) berdiri dengan tatapan kosong, sementara siluet Dara (Ratu Rafa) membayangi mereka berdua.
Visual ini menjadi sebuah perlambang bahwa dalam sebuah pernikahan, terkadang ada “orang ketiga” yang tidak hadir secara fisik, melainkan menetap di dalam ingatan yang belum selesai.
Manoj Punjabi, CEO & Founder MD Pictures, menyebut kisah ini sebagai refleksi bagi generasi muda. “Saat pertama kali mendengar kisah nyata dari Elizasifaa ini, saya langsung berpikir bahwa ini adalah kisah yang harus didengar oleh banyak orang di Indonesia,” ungkapnya.
“Terutama bagi mereka muda-mudi yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan; film ini memberikan perspektif mendalam tentang komitmen dan kejujuran.”
Bagi Azizi Asadel, memerankan Amira adalah sebuah perjalanan emosi yang sangat menantang.
“Peran ini mewakili insecurity banyak perempuan muda di luar sana,” ujar Azizi. “Bagaimana rasanya sudah sah sebagai istri, tapi tetap harus berjuang melawan bayang-bayang masa lalu suaminya sendiri.”
Film ini bercerita tentang Amira (Azizi Asadel), santriwati cerdas dan enerjik, mengira mimpinya menjadi nyata saat ia dijodohkan dengan Furqon (Emir Mahira), ustadz muda yang ia kagumi sejak pesantren. Namun, kebahagiaan itu hancur di malam pertama.
Furqon bersikap sangat dingin dan tak kunjung menyentuh Amira meski status mereka telah sah sebagai suami-istri. Di tengah keputusasaan, Amira mulai bertanya-tanya: Apakah suaminya memiliki rahasia besar, atau justru ada perempuan lain yang jiwanya mash bertahta di hati Furgon?




































