JMSI Jembatani Koperasi Daerah ke Kementerian, Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, suararealitas.co –  Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyatakan komitmennya untuk ikut memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dengan menjembatani koperasi-koperasi yang telah eksis di daerah agar mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Koperasi.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa mengatakan, bahwa langkah ini merupakan respons atas ajakan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat struktur ekonomi hingga ke lapisan terbawah masyarakat.

Salah satu instrumen yang kini didorong pemerintah adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita merespons ajakan Presiden untuk memperkuat fondasi ekonomi sampai ke lapis terbawah. Salah satunya melalui Koperasi Merah Putih yang sedang dikerjakan Kementerian Koperasi. Tetapi di luar itu, ada juga koperasi-koperasi yang sudah lama eksis, termasuk yang dikelola oleh kawan-kawan JMSI di daerah,” ujar Teguh saat diwawancarai usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JMSI di Serang, Banten, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurutnya, banyak anggota JMSI di daerah yang telah memiliki koperasi dan menjalankannya secara mandiri dalam waktu lama.

Namun, koperasi-koperasi tersebut masih membutuhkan pendampingan agar pengelolaannya lebih profesional dan berkelanjutan.

“Kita akan mencoba menyambungkan koperasi-koperasi yang sudah dikelola anggota JMSI di daerah dengan Kementerian Koperasi, supaya mendapatkan pendampingan. Dengan begitu, aktivitas koperasi mereka bisa meningkat kualitasnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Rasa dan Pelayanan Rindang Catering Ini Jadi Andalan Para Selebriti

Teguh menegaskan, JMSI tidak akan berjalan sendiri dalam menyusun skema pendampingan tersebut.

Menurutnya, kementerian memiliki otoritas dan kapasitas untuk menilai kondisi masing-masing koperasi secara menyeluruh.

“Soal skemanya seperti apa, nanti kita diskusikan dengan Kementerian Koperasi. Mereka yang bisa memberikan penilaian utuh terhadap kondisi tiap koperasi. Peran JMSI adalah menjembatani dan menjaga komunikasi agar prosesnya berjalan,” katanya.

Ia berharap, langkah ini dapat membantu mewujudkan cita-cita pemerintah membangun kekuatan ekonomi dari bawah, bukan hanya lewat koperasi baru, tetapi juga dengan memperkuat koperasi yang telah tumbuh di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Harian JMSI, Ari Rahman menambahkan, kerja sama JMSI dengan Kementerian Koperasi tidak hanya berhenti pada aspek publikasi program pemerintah.

Menurut Ari, terdapat sejumlah arahan yang telah dibahas bersama Kementerian Koperasi, termasuk kemungkinan pembentukan koperasi pusat JMSI dan penguatan koperasi anggota di daerah.

“Namanya ekonomi kerakyatan, tentu arahnya bukan hanya publikasi. Ada pembahasan kerja sama publikasi, pembentukan koperasi pusat, dan juga kemungkinan mengintegrasikan koperasi JMSI daerah agar mendapat pembinaan,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satu opsi pembinaan yang dinilai lebih efektif adalah melalui skema sekolah koperasi, sehingga pengelola koperasi tidak hanya dibantu secara administratif, tetapi juga diperkuat dari sisi kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Menteri LH Sosialisasikan Gerakan Pilah Sampah Bersama Kader PKK di Jakarta Utara

Sebelumnya, JMSI telah menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Kementerian Koperasi dalam menyukseskan program Koperasi Merah Putih.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan pengurus JMSI dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta Selatan, 21 Januari 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Ferry menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan produktivitas nasional, dan menyerap tenaga kerja, khususnya di desa dan kelurahan.

“Koperasi Merah Putih didesain menjadi instrumen ekonomi baru yang produktif dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku usaha, bukan sekadar penerima manfaat,” kata Ferry saat itu.

Kementerian Koperasi juga tengah mengubah strategi komunikasi agar koperasi lebih relevan bagi generasi muda, sekaligus mempercepat transformasi digital dan pembenahan data koperasi secara nasional.

Melalui langkah ini, JMSI tidak hanya memposisikan diri sebagai organisasi perusahaan pers, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan negara dan praktik ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

“Kalau koperasi di daerah tumbuh sehat dan profesional, maka dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Di situlah peran JMSI, bukan hanya menyampaikan informasi, tapi ikut menguatkan ekosistemnya,” pungkas Teguh.

Berita Terkait

KANA Group Masuk Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor 2026, Perkuat Posisi di Pasar Global
KKP Kirim 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS dalam Tiga Bulan
Tenun Lurik Prasojo Raih Top 50 UKM Ekspor Award 2026
Top 50 UKM Ekspor 2026, Ramantha Kitchen Buktikan Daya Saing Produk Daerah
Ekspor Kopi Robusta ke Mesir, KDMP Sidomulyo Raih Penghargaan Nasional
Peluang Media Group Apresiasi 50 Koperasi dan UMKM Berorientasi Ekspor
Gubernur Pramono: Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen
Jajanan Rakyat di Depan Pasar Pool, “Nyemil Yuk” Laris Manis di Tanjung Priok

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:41 WIB

KANA Group Masuk Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor 2026, Perkuat Posisi di Pasar Global

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:33 WIB

KKP Kirim 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS dalam Tiga Bulan

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:52 WIB

Tenun Lurik Prasojo Raih Top 50 UKM Ekspor Award 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:42 WIB

Top 50 UKM Ekspor 2026, Ramantha Kitchen Buktikan Daya Saing Produk Daerah

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:02 WIB

Ekspor Kopi Robusta ke Mesir, KDMP Sidomulyo Raih Penghargaan Nasional

Berita Terbaru