TANGERANG, suararealitas.co – Moda transportasi umum menggunakan kendaraan besar beroda yang dirancang untuk mengangkut banyak penumpang secara massal, baik di dalam kota (bus kota) maupun antar kota/provinsi, dengan rute dan jadwal tetap, menjadikannya pilihan ekonomis dan efisien untuk mobilitas publik.
Bus berfungsi mengangkut orang dari satu titik ke titik lain, menghemat biaya, tenaga, serta mengurangi kemacetan.
Berbeda halnya di alami Ucen, warga Kota Tangerang yang menuju Cilegon Banten, mengeluhkan armada Arimbi yang menurunkan dirinya di pinggir jalan tol lantaran terlihat macet, padat, dan merayap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ucen mengaku kepada suararealitas.co, Kamis (18/12/2025), bahwa dirinya naik bus Arimbi di Pool Aja Kebon Nanas, Kota Tangerang, sekitar pukul 07.00 WIB, dengan membayar ongkos sebesar Rp40 ribu tujuan Kota Cilegon.
“Saya merasa kecewa terhadap pelayanan Arimbi yang menurunkan di pinggir jalan tol, ada 4 orang yang di turunkan di pinggir jalan tol, sampai – sampai jalan sampai ratusan meter menuju Keluar pintu tol,” katanya.
Ia menceritakan, dirinya dan penumpang lainya sempat berdebat dengan supir Arimbi agar tetap mengantar sampai tempat tujuan sesuai dengan rute.
Namun supir menolak dengan alasan di depan ada demo macet.
“Bisa sampai sore saya hanya nganterin satu penumpang tujuan Cilegon, padahal setelah saya turun dan jalan tidak ada aksi demo hanya macet padat merayap. Atas kejadian tersebut saya minta kepada pihak Manajemen Arimbi dapat mengevaluasi supir – supir yang nakal yang mengakibatkan kerugian bagi penumpang,” pintanya.
Sampai berita ini di turunkan, suararealitas.co belum dapat keterangan resmi dari pihak manajemen.




































