Miris! Warga Rajeg Tinggal di Rumah 3×3 Meter Berbilik Bambu, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arif duduk di dalam ruangan 3x3 meter berdinding bilik bambu yang ditinggalinya bersama istri dan dua anak. Rumah sempit ini menjadi tempat mereka bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi

Arif duduk di dalam ruangan 3x3 meter berdinding bilik bambu yang ditinggalinya bersama istri dan dua anak. Rumah sempit ini menjadi tempat mereka bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi

KABUPATEN TANGERANG,Suararealitas.co – Potret memilukan kembali muncul dari pelosok Kampung Cipaniis, RT 013 RW 04, Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg. Arif, seorang pekerja harian lepas, hidup bersama istrinya Nurmi dan dua anak mereka di sebuah ruangan sempit berukuran sekitar 3×3 meter, berdinding bilik bambu, tanpa kamar, tanpa sekat, dan hanya beralaskan lantai sederhana untuk tidur.

‎Di dalam ruangan yang menjadi tempat mereka beraktivitas sekaligus beristirahat, tampak satu kasur tipis terhampar di lantai. Seorang anak tertidur pulas di sudut ruangan, sementara Arif duduk bersila dengan wajah tenang namun menyimpan kepenatan hidup yang berat. Sebuah kipas angin menjadi salah satu benda paling mencolok mungkin satu-satunya penolong untuk mengusir panas dalam ruangan yang sempit itu.

‎Kondisi rumah sangat jauh dari kata layak huni. Ketika hujan turun, air dengan mudah masuk melalui celah atap dan bilik bambu yang lapuk. Dalam satu ruang kecil itulah seluruh aktivitas keluarga berlangsung tidur, makan, bahkan anak-anak bermain. Tidak ada kamar, semua menyatu dalam keterbatasan yang harus mereka terima setiap hari.

Arif mengaku, ia keluar rumah setiap pagi untuk bekerja serabutan. “Apa saja saya kerjakan yang penting bisa bawa pulang buat makan,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Minggu (7/12/2025).

‎Namun pendapatan tidak selalu ada; ada hari-hari ketika ia pulang tanpa membawa hasil.

‎Saat ditanya terkait bantuan pemerintah, Arif menyebut pernah menerima bantuan beberapa tahun lalu.

‎“Dulu sekitar tahun 2022 pernah dapet, ngambilnya di bank BJB setahun tiga kali. Tapi untuk sekarang belum ada lagi,” ujarnya.

‎Pernyataan ini menunjukkan bahwa bantuan yang dulu sempat membantu kini berhenti, sementara keadaan keluarga Arif tidak kunjung membaik. Rumah yang hampir roboh, ruang tidur sempit, serta dua anak yang masih kecil seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan memberikan perhatian.

Baca Juga :  Dua Bulan Dibangun, Warga Medang Malu Punya Gapura Ringkih

Kisah keluarga kecil ini bukan hanya catatan kemiskinan, tetapi sebuah cermin bahwa masih ada warga yang bertahan hidup dalam kondisi yang tidak selayaknya dialami oleh warga negara. Mereka tidak menuntut lebih, hanya mengharapkan tempat tinggal yang aman dan layak untuk anak-anak bertumbuh tanpa rasa takut ketika hujan datang atau ketika angin malam menusuk tubuh.

Semoga ada tangan yang mengetuk pintu kecil itu, tangan pemerintah, komunitas, maupun masyarakat yang ingin membantu. Karena di balik bilik rapuh itu tinggal sebuah keluarga yang terus berjuang agar esok lebih baik dari hari ini.

Berita Terkait

Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi
Bogor Jadi Pusat Perhatian, Sebanyak 1.400 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Nasional
Antusias, Warga Kampung Cadas Gantung RT.05 Purasari Gelar Maulid Nabi Muhammad 1448 H.
Kegiatan Deklarasi Bersama Anti LGBT di Leuwiliang Diikuti 14 Kecamatan Diwilayah Bogor Barat
Diduga Mengantuk, Honda Jazz RS Tabrak Pohon di Padayungan Tasikmalaya, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Jembatan BBS Usai Direhabilitasi Malah Dipersoalkan, Warga Soroti Miras, Prostitusi dan CCTV
Atasi Persoalan Sampah Menahun, Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional
PLN Serahkan Buku Tabungan dan Rekening Pembayaran Kompensasi kepada Warga Warakas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:02 WIB

Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi

Minggu, 20 September 2026 - 22:43 WIB

Bogor Jadi Pusat Perhatian, Sebanyak 1.400 Pesilat Ramaikan Kejuaraan Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 12:37 WIB

Antusias, Warga Kampung Cadas Gantung RT.05 Purasari Gelar Maulid Nabi Muhammad 1448 H.

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Kegiatan Deklarasi Bersama Anti LGBT di Leuwiliang Diikuti 14 Kecamatan Diwilayah Bogor Barat

Sabtu, 19 September 2026 - 07:54 WIB

Diduga Mengantuk, Honda Jazz RS Tabrak Pohon di Padayungan Tasikmalaya, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polisi Respons Cepat Gangguan Kamtibmas di Manggarai Selatan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:35 WIB

Kabar Polisi

Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 Sep 2026 - 14:27 WIB