Bogor, Suararealitas.co – PT Natura City Developments Tbk (CITY) menyelenggarakan Public Expose 2025 di Hotel Neo, Sentul City, Bogor, 18/11/2025 . Dalam agenda tahunan tersebut, jajaran Direksi memaparkan kinerja operasional dan keuangan perseroan, perkembangan proyek Serpong Natura City, serta arah strategi bisnis ke depan.
Acara diawali dengan pemaparan Direktur Utama Elfi Darlis, yang menyoroti dinamika sektor properti nasional dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa perubahan perilaku pasar, kondisi makroekonomi, dan penyesuaian regulasi menuntut perusahaan untuk memperkuat struktur organisasi dan melakukan adaptasi strategi. Menurutnya, meskipun pemulihan pasar properti menengah berlangsung bertahap, kinerja CITY sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Evaluasi berkala, pengawasan operasional yang lebih detail, serta koordinasi lintas departemen disebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Rio Tinto Sirait memaparkan perkembangan terbaru kawasan Serpong Natura City selaku proyek utama perseroan. Ia menjelaskan bahwa penjualan unit hunian terus menunjukkan momentum positif. Kluster Airways dan Teribasei mengalami peningkatan permintaan, sementara kluster Atasia, Basea, dan Bateria telah terjual sepenuhnya. Sepanjang 2025, CITY mengembangkan total 265 unit rumah, terdiri atas 117 unit yang telah selesai, 148 unit yang masih dalam proses pembangunan, serta 48 unit yang ditargetkan selesai menjelang akhir tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di samping pengembangan hunian, CITY juga mempercepat pembangunan sejumlah fasilitas kawasan sebagai upaya meningkatkan nilai dan daya tarik Serpong Natura City. Fasilitas tersebut meliputi Masjid Raya Serpong Natura City, perluasan Mushola Baitul Rahman, peningkatan akses jalan menuju Kluster Ocapak, serta area komersial Natura Square yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat kualitas lingkungan, meningkatkan mobilitas penghuni, dan menunjang pengembangan kluster-kluster berikutnya.
Dari sisi finansial, Direktur Keuangan Jose Francis B.A melaporkan bahwa perseroan berhasil membukukan pertumbuhan yang signifikan pada 2025. Pendapatan bruto mencapai Rp104 miliar, meningkat dari Rp81 miliar pada 2024. Laba bersih melonjak menjadi Rp11,9 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,5 miliar. Total aset juga tumbuh menjadi Rp1,06 triliun. Menurut Jose, lonjakan laba hingga 317,64% pada semester pertama 2025 turut dipengaruhi oleh kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100%, yang mendorong peningkatan penjualan unit-unit siap huni.
Memasuki sesi prospek usaha, Rio Tinto kembali menyoroti peluang pertumbuhan kawasan Serpong–Bogor yang semakin menjanjikan seiring membaiknya konektivitas wilayah, termasuk beroperasinya Tol Jakarta–Serpong dan jaringan JORR 2. Menjawab kebutuhan pasar, CITY meluncurkan Cluster Riso Peli, hunian taman berkonsep Skandinavia yang menonjolkan kenyamanan, ruang hijau, serta kualitas konstruksi melalui penggunaan dinding bata merah ganda (double wall) untuk meningkatkan ketahanan bangunan.
Elfi Darlis menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional, stabilitas biaya, dan optimalisasi aset. Ia menyampaikan optimisme bahwa penguatan fasilitas kawasan serta pertumbuhan pasar properti di koridor Serpong–Bogor akan menjadi fondasi utama bagi peningkatan kinerja CITY pada tahun mendatang.



































