Citatah Laporkan Penurunan Penjualan 2025, Namun Prospek Proyek Tetap Solid

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Sepanjang tahun 2025, PT Citatah Tbk (CTTH) perusahaan marmer tertua dan terbesar di Indonesia sekaligus agen tunggal berbagai produk pelapis permukaan internasional—menghadapi dinamika pasar yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Lingkungan usaha yang penuh tekanan disebabkan oleh beberapa faktor eksternal, di antaranya perlambatan keputusan pembelian dari para pengembang lokal, kebijakan tarif impor di Amerika Serikat yang menekan volume ekspor, serta tertundanya sejumlah proyek hotel dan vila di Bali akibat kendala perizinan daerah. Kombinasi faktor tersebut berdampak langsung pada kinerja operasional dan keuangan Perseroan.

Hingga September 2025, penjualan Perseroan tercatat sekitar Rp88,3 miliar, yang terdiri dari penjualan domestik Rp71,8 miliar dan penjualan ekspor Rp16,5 miliar. Berdasarkan order book yang ada serta jadwal pengiriman hingga akhir tahun, Perseroan memproyeksikan total penjualan tahun 2025 mencapai sekitar Rp123 miliar. Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 15% dibandingkan realisasi tahun 2024 dan menunjukkan tekanan yang masih signifikan terhadap permintaan produk batu alam dan material pelapis permukaan.

Baca Juga :  Kegiatan Kolaborasi dan Pemasaran Produk BRI di Rumah Sakit Pelni – BO Kebon Jeruk

Penurunan penjualan turut memengaruhi profitabilitas. Sampai dengan akhir kuartal III-2025, Perseroan mencatat laba kotor sekitar Rp18,3 miliar. Namun setelah memperhitungkan beban usaha, biaya operasional, dan beban lain-lain, Perseroan membukukan rugi komprehensif sekitar Rp13,3 miliar. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar hingga akhir tahun, Perseroan memperkirakan rugi komprehensif tahun buku 2025 mencapai sekitar Rp17,8 miliar. “Kondisi pasar yang menantang sepanjang tahun ini memerlukan penyesuaian strategi yang lebih hati-hati, baik dalam pengelolaan operasional maupun arus kas,” ujar Direktur Utama CTTH dalam Public Expose Jakarta, Jumat (21/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2025 tercatat sekitar Rp711 miliar, turun sekitar 3,0% dari Rp733 miliar pada akhir 2024. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya persediaan akibat penggunaan stok barang jadi serta penjualan tanah dan bangunan tidak produktif di Bandung. Sementara itu, piutang usaha meningkat sejalan dengan perlambatan pembayaran dari sejumlah proyek. Meski demikian, Perseroan tetap menjaga struktur liabilitas dan ekuitas secara hati-hati guna memastikan likuiditas dan keberlangsungan operasional tetap stabil.

Baca Juga :  BRI BO Cilegon: Keamanan Siaga, Layanan Tetap Terjaga di Masa Libur Panjang

Meskipun pasar pada 2025 relatif melambat, prospek usaha Perseroan ke depan tetap positif. Hingga penutup tahun, Perseroan telah mengamankan proyek-proyek bernilai sekitar Rp45 miliar yang akan berlanjut ke tahun 2026 dan seterusnya. Selain itu, pipeline incoming dari segmen residensial, komersial, hingga hospitality menunjukkan potensi pertumbuhan baru yang dapat meningkatkan kinerja pada periode mendatang.

Dengan strategi pengelolaan aset yang lebih efisien, pengendalian biaya yang ketat, serta upaya memperluas basis pelanggan, Perseroan optimistis dapat menangkap peluang pemulihan pasar dan memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Perkuat Keandalan dan Efisiensi Objek Vital Nasional, PT GUT Tampilkan Solusi Pemeliharaan Modern di Electricity Connect 2026
Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026
AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru
Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara
Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional
BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus
Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang
Mengenal PT Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian dari Unirama Group

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:37 WIB

Perkuat Keandalan dan Efisiensi Objek Vital Nasional, PT GUT Tampilkan Solusi Pemeliharaan Modern di Electricity Connect 2026

Selasa, 22 September 2026 - 21:38 WIB

Dari Transmisi hingga Gardu Induk, PT GUT Tampilkan Kapabilitas EPC di Electricity Connect 2026

Kamis, 17 September 2026 - 12:13 WIB

AIMS Lanjutkan Transformasi Bisnis, Perkuat Fundamental dan Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru

Rabu, 16 September 2026 - 12:35 WIB

Kami Para Engineer PT GUT adalah Benteng Pertahanan Tak Terlihat demi Menjaga Urat Nadi Listrik Nusantara

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Bukan Sekadar Penonton di Negeri Sendiri, Sebuah Perusahaan EPC 100% Lokal Kini Memimpin Revolusi Hijau dengan Mendobrak Dominasi Asing di Sektor Energi Strategis Nasional

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Banten Ungkap Hasil Identifikasi Korban Kapal Arupadhatu 1

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:15 WIB