ASPEBINDO Dorong Gasifikasi Batubara sebagai Pilar Strategis Transisi Energi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menggelar talkshow nasional bertajuk “Optimalisasi Gasifikasi Batubara untuk Ketahanan dan Transisi Energi Nasional” di Jakarta, Kamis (17/7).

Acara ini menghadirkan Beberapa Pakar lintas sektor, di antaranya: Anggawira Ketua Umum ASPEBINDO, Rio Supin Presiden Direktur PT Bumi Etam Chemical, Ahmad Balya Wakil Ketua Bidang 1 Hukum & Advokasi Kebijakan Publik ASPEBINDO, Rahmat Ginanjar Pokja Hilirisasi Minerba ESDM, Jamil Amir Baduwi Vice President PT Amit Brother Gasification, pakar coal-to-chemical internasional, Mahendra Adinegara Ketua Bidang I Regulasi dan Advokasi Kebijakan Publik ASPEBINDO.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Talkshow ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemikiran dari kalangan industri, pemerintah, dan praktisi global dalam memetakan peran batubara terutama melalui teknologi gasifikasi dalam mendukung agenda transisi energi nasional secara realistis dan berdaulat.

Komitmen ASPEBINDO untuk Kedaulatan Energi

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, dalam sambutannya menegaskan bahwa ASPEBINDO berkomitmen kuat mendukung program transisi energi nasional yang diinisiasi oleh pemerintah, termasuk proyek gasifikasi batubara sebagai solusi strategis.

“Nanti kalau Bumi Etam bisa jalan, ya pasti kita akan support. Terutama untuk teman-teman pengusaha di Jakarta, tapi juga perusahaan dunia asli. Kami di ASPEBINDO terus mendorong sinergi dan kolaborasi agar bisa menciptakan solusi berbeda dalam mendukung apa yang telah dicanangkan Presiden di AstaCita yakni kedaulatan, kemajuan, dan kemandirian di bidang energi,” ujar Anggawira.

Baca Juga :  BRI Perkuat Kerja Sama dengan Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) untuk Dukung Literasi Keuangan dan Akses Layanan Perbankan

Ia juga menegaskan bahwa batubara harus dipandang sebagai aset transformasional, bukan sekadar sumber energi konvensional, terutama dengan hadirnya teknologi gasifikasi dan hilirisasi.

Gasifikasi Batubara: Jalan Menuju Industri Bernilai Tambah

Presiden Direktur PT Bumi Etam Chemical, Rio Supin, menjelaskan bahwa Indonesia terlalu lama bergantung pada batubara untuk pembangkit listrik. Padahal, potensi hilirisasi batubara sangat luas.

“Batubara bisa diubah menjadi amonia, metanol, olefin, gasoline, diesel sintetis, bahkan produk-produk kimia dasar yang menyusun industri tekstil dan plastik. Di Tiongkok, semua ini sudah terjadi. Kita hanya tinggal meniru dengan dukungan kebijakan yang tepat,” jelas Rio.

Menurutnya, dengan cadangan batubara sebesar 31,7 miliar ton, Indonesia harus memanfaatkan sumber daya ini sebelum dunia benar-benar meninggalkan batubara karena tekanan dekarbonisasi global.

Sorotan Regulasi: Masih Perlu Penegasan Lembaga dan Aturan Turunan

Dari sisi regulasi, Rahmat Ginanjar , perwakilan Pokja Hilirisasi Minerba Kementerian ESDM, menegaskan bahwa hilirisasi batubara sudah menjadi bagian dari agenda prioritas nasional. Beberapa regulasi yang mendasarinya antara lain:
– UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
– PP No. 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan
– PP No. 2 Tahun 2022 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional, termasuk royalti 0%

Namun, menurut Ahmad Balya, Wakil Ketua Bidang 1 Hukum & Advokasi Kebijakan Publik ASPEBINDO, masih ada kekosongan hukum di level teknis dan kelembagaan.

Baca Juga :  KKP Perkuat Kolaborasi Pelatihan SDM dengan Mitra Pembangunan

“Gasifikasi memang disebut dalam UU Minerba, tapi belum ada lembaga seperti SKK Migas atau BPH Migas yang mengatur khusus hilirisasi batubara. Kalau ingin berkelanjutan, harus ada tata kelola institusional yang kuat,” ujar Ahmad.

Industri Siap, Tapi Terhalang Infrastruktur dan Logistik

Sementara itu, Jamil Amir Baduwi, Vice President PT Amit Brother Gasification dan pakar coal-to-chemical global, menyatakan bahwa Indonesia tidak kekurangan kemampuan teknologi untuk gasifikasi. Tantangannya justru pada infrastruktur dan logistik berat.

“Gasifier itu bisa seberat 800 ton dan panjang 90 meter. Perlu pelabuhan khusus, jalan berat, dan perizinan yang terintegrasi. Bukan hanya soal teknologi, tapi kesiapan ekosistem logistik,” jelas Jamil.

Ia mendorong model Coal-to-X (CPX) sebagai pendekatan strategis nasional mengubah batubara menjadi DME, metanol, amonia, hingga bahan bakar sintetis dan kimia dasar, dengan umur keekonomian proyek mencapai lebih dari 25 tahun.

Roadmap Nasional & Carbon Capture

Mahendra Adinegara, Ketua Bidang I Energi ASPEBINDO, bersama dengan Rahmat Ginanjar dari Pokja Hilirisasi Minerba, menggarisbawahi pentingnya roadmap jangka panjang untuk mendukung proyek gasifikasi, termasuk peran swasta, BUMN, dan kerja sama luar negeri.

Diskusi juga menyentuh peluang Indonesia dalam pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menjadikan gasifikasi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan target penurunan emisi nasional.

Berita Terkait

Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional
Pandeglang Raih Penghargaan Nasional atas Penguatan Tata Kelola dan Pembangunan Desa
Rakernas APDESI 2026, Kades Sumberkola Soroti Ketahanan Pangan Desa
H. Junaedi Dilantik di Rakernas APDESI, Siapkan Arah Pembangunan Desa
Kades Wonoasri Soroti Peran Koperasi dan Pertanian dalam Rakernas APDESI
Kepala Desa Sumbon Hadiri Rakernas APDESI, Dorong Sinergi Pembangunan Desa Menuju Indonesia Emas 2045
Di Rakernas APDESI, Sugiyanto Angkat Masalah Modal Petani dan Peran Kopdes
TAXPO 2026, Bupati Tangerang Dorong Budaya Sadar Pajak di Ruang Publik

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 17:51 WIB

Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional

Senin, 16 Februari 2026 - 14:36 WIB

Pandeglang Raih Penghargaan Nasional atas Penguatan Tata Kelola dan Pembangunan Desa

Senin, 16 Februari 2026 - 13:23 WIB

H. Junaedi Dilantik di Rakernas APDESI, Siapkan Arah Pembangunan Desa

Senin, 16 Februari 2026 - 12:56 WIB

Kades Wonoasri Soroti Peran Koperasi dan Pertanian dalam Rakernas APDESI

Senin, 16 Februari 2026 - 12:29 WIB

Kepala Desa Sumbon Hadiri Rakernas APDESI, Dorong Sinergi Pembangunan Desa Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru