JAKARTA, suararealitas.co – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Prabowo mengatakan, bahwa kondisi geopolitik yang penuh tantangan saat ini berpengaruh dengan perekonomian dalam negeri.
Oleh karena itu, Prabowo merasa perlu untuk menyampaikan secara langsung kerangka ekonomi makro, dan pokok-pokok kebijakan fiskal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik ketegangan, dan ketidakpastian, peperangan terjadi di banyak tempat,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Bahkan menurutnya, seperti di Eropa, Timur Tegah, hingga di kawasan yang walaupun jauh dari Indonesia juga ternyata memiliki dampak, dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden RI harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” ujar Prabowo.
Adapun, Prabowo menargetkan pendapatan negara dalam APBN 2027 mencapai kisaran 11,82-12,40% dari PDB.
“Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80% dari PDB kita,” ucap Prabowo.
Sementara dari sisi pembiayaan, defisit di 2027, akan pihaknya jaga pada kisaran 1,80% sampai maksimal 2,40% PDB.
Selain itu, pihaknya juga akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit tersebut.
Namun dari segi asumsi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget berada pada kisaran 5,8-6,5% di 2027.
“Target itu diyakini dapat tercapai seiring strategi ekonomi yang tepat, serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan,” kata Prabowo.
“Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8-6,5% di 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata,” sambungnya.
Kemudian untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipatok berada pada kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 di 2027.
Berikut ini daftar lengkap kerangka APBN 2027 yang dibacakan Presiden Prabowo:
1. Postur APBN
– Pendapatan negara: 11,82-12,40 (%PDB)
– Belanja negara: 13,62-14,80 (%PDB)
– Defisit: 1,80-2,40 (%PDB)
2. Asumsi Ekonomi Makro
– Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5%
– Inflasi: 1,5-3,5%
– Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3%
– Nilai tukar: Rp 16.800-Rp 17.500/US$
– Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 70-95/barel
– Lifting minyak mentah (RBPH): 602-615
– Lifting gas bumi (RBSMPH): 934-977
3. Sasaran Pembangunan
– Kemiskinan turun ke 6-6,5%
– Pengangguran terbuka: 4,30-4,87%
– Rasio Gini: 0,362-0,367
– Indeks modal manusia: 0,575
– Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
– Proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81%




































