MIRA Optimistis Prospek Industri Transportasi Darat Tetap Tumbuh pada 2026

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) tetap optimistis terhadap prospek industri transportasi darat pada 2026 meski kinerja perseroan sepanjang tahun lalu masih tertekan akibat lemahnya sektor pengangkutan semen bag nasional.

Optimisme tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Tahunan Perseroan yang digelar di Grand Whiz Poins Simatupang, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Direktur MIRA, Arda Billy mengatakan transportasi truk masih menjadi tulang punggung distribusi barang nasional dan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perseroan tetap optimistis terhadap keberlangsungan industri transportasi darat mengingat pertumbuhan perekonomian sangat membutuhkan peran transportasi angkutan barang,” ujar Arda.

Menurut dia, potensi industri transportasi truk masih cukup besar karena moda transportasi tersebut tetap menjadi sarana utama distribusi barang dibanding moda transportasi lainnya. Program pembangunan infrastruktur pemerintah juga dinilai berpotensi mendorong peningkatan permintaan jasa pengangkutan semen.

MIRA bergerak di bidang jasa transportasi darat menggunakan armada truk dengan segmen utama pengangkutan semen bag dan air minum dalam kemasan. Area operasional perusahaan mencakup Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Selain itu, perusahaan juga menjalankan proyek kerja sama truk mixer bersama Semen Dynamix di Jawa Timur.

Baca Juga :  BRI Kanca Jakarta Jelambar Tawarkan Kerja Sama Strategis Layanan Keuangan kepada Mitra Usaha

Dalam paparannya, manajemen mengungkapkan MIRA memiliki total 198 armada truk yang tersebar di Citeureup dan Palimanan. Armada tersebut terdiri dari portal, engkel, tronton, tronton wing box, dump truck, trailer, hingga truk mixer.

Untuk menunjang kegiatan operasional, perusahaan menyediakan sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang pelatihan pengemudi, bengkel, klinik kesehatan, hingga ruang kontrol GPS. MIRA juga menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L) dan mengklaim berhasil mempertahankan capaian “zero fatality” sejak 2014 hingga akhir 2024.

Di tengah prospek industri yang dinilai masih terbuka, perusahaan mengakui kinerja sepanjang 2025 masih menghadapi tantangan. Kondisi penjualan semen bag nasional yang belum pulih memberikan tekanan terhadap operasional perusahaan mengingat sebagian besar pendapatan MIRA berasal dari jasa transportasi semen.

Selain itu, kenaikan biaya operasional yang tidak diimbangi penyesuaian tarif secara proporsional serta berkurangnya armada akibat usia kendaraan yang tidak lagi layak operasi turut mempengaruhi kinerja perusahaan.

Baca Juga :  BRI Kanca Kota Perkuat Kerja Sama Bersama Nasabah Inti, Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Sepanjang 2025, volume angkut MIRA tercatat mencapai 1,06 juta ton atau turun sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 1,08 juta ton. Penurunan tersebut turut menekan pendapatan usaha segmen pengangkutan menjadi Rp63,28 miliar dari sebelumnya Rp66,02 miliar pada 2024.

Meski demikian, laba usaha jasa transportasi membaik menjadi Rp428 juta dibanding tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi usaha sebesar Rp91 juta.

Secara keseluruhan, perusahaan masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp9,17 miliar pada 2025, meningkat dibanding rugi tahun sebelumnya sebesar Rp8,69 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp5,14 miliar.

Adapun total aset perusahaan hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp233,56 miliar, dengan total liabilitas Rp88,22 miliar dan ekuitas sebesar Rp145,33 miliar.

Ke depan, MIRA menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat bisnis transportasi, antara lain meningkatkan utilisasi armada, membuka jalur transportasi yang lebih efisien, memperbaiki proses bisnis internal, serta melakukan efisiensi biaya operasional dan pengendalian arus kas guna menjaga keberlangsungan usaha.

Berita Terkait

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical
GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:42 WIB

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:23 WIB

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Berita Terbaru

Berita Aktual

Camat Leuwiliang Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agu 2026 - 22:02 WIB

Hukum & Kriminal

Dugaan Peredaran Obat Keras di Tanah Abang, Publik Menanti Pemasok

Senin, 17 Agu 2026 - 21:37 WIB