Belitung, Suararealitas.co — Penguatan konektivitas internasional menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah dalam percepatan pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk melalui kembali dibukanya penerbangan internasional reguler menuju Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (3/5). Momentum ini dinilai strategis dalam memperkuat daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines, Scoot, kini resmi melayani rute Singapura menuju Belitung sebanyak dua kali dalam seminggu. Dengan rute internasional tersebut, diharapkan dapat memperluas akses wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di tingkat global.
Pada penyambutan penerbangan perdana tersebut, Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Singapura, Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran proses kedatangan wisatawan mulai dari penerbangan hingga layanan di bandara. “Kita juga berterima kasih karena hari ini berjalan lancar mulai dari penerbangan sampai kepada proses imigrasi dan bea cukai. Memang kita usahakan nyaman supaya turis juga punya pengalaman yang baik dengan Belitung ini,” ujar Hotmangaradja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah menilai, konektivitas internasional merupakan faktor strategis dalam mendorong pertumbuhan destinasi pariwisata berkualitas. “Aksesibilitas udara yang baik mampu meningkatkan lalu lintas wisata, sehingga diharapkan akan mendorong daya saing kawasan, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.” Ujar Bambang Wijanarko, Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi menanggapi penerbagan perdana rute internasional tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah melalui Dewan Nasional KEK bersama kementerian/lembaga terkait terus mendorong pengembangan KEK Tanjung Kelayang sebagai pusat pertumbuhan pariwisata baru yang berdaya saing internasional. Berbagai upaya penguatan ekosistem kawasan dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor terkait, terutama pada aspek konektivitas dan promosi investasi dan pariwisata.
Sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Prioritas nasional, KEK Tanjung Kelayang yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat posisinya sebagai gerbang devisa pariwisata Indonesia. Kawasan ini dikembangkan menjadi lokomotif utama dalam membuka konektivitas internasional dan menarik arus wisatawan mancanegara.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengatakan penerbangan perdana tersebut menjadi momentum penting bagi Belitung dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas wisata. Ia menilai tingginya minat penumpang pada penerbangan perdana maupun reguler menunjukkan optimisme terhadap sektor pariwisata daerah.
“Ini momen kita, kita sudah mulai buka gerbang bahwa Belitung membuka diri. Kesempatan ini harus kita jaga, termasuk jumlah penerbangan yang sudah mulai tersedia. Okupansi untuk penerbangan perdana maupun penerbangan reguler menunjukkan minat yang luar biasa dari para penumpang,” ujarnya.
Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut semakin menunjukkan hasil nyata. “Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja mulai terwujud,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa di tengah dinamika geopolitik global, KEK Tanjung Kelayang memanfaatkan momentum untuk mempercepat realisasi penerbangan internasional regional. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta pemerintah daerah, termasuk melalui kerja sama dengan maskapai Scoot.
Kembalinya penerbangan internasional ke Belitung menjadi tonggak penting, tidak hanya sebagai simbol konektivitas, tetapi juga sebagai penanda akselerasi ekonomi daerah menuju panggung global. KEK Tanjung Kelayang diharapkan mampu menjadi gerbang masuk wisata internasional berkualitas, dan menjadi contoh keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional melalui multiplier effect yang ditimbulkan dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran devisa, pertumbuhan UMKM, dan terbukanya lapangan pekerjaan maupun peluang usaha baru bagi masyarakat.



































