Jakarta, Suararealitas.co – Sebuah bus milik perusahaan otobus CBU (Central Buana Utama) mengalami insiden ban kempes saat melintas di Tol Jagorawi arah Tanjung Priok pada Kamis (12/2/2026). Peristiwa tersebut memicu keluhan dari sejumlah penumpang yang menyoroti kondisi armada serta ketepatan jadwal keberangkatan bus rute Priok–Lewi Liang.
Menurut keterangan yang dihimpun, bus tersebut dikemudikan oleh seorang sopir bernama Coy. Insiden terjadi ketika kendaraan tengah dalam perjalanan menuju Priok. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sopir segera menepikan kendaraan ke bahu jalan guna menghindari risiko kecelakaan lebih lanjut.
Sopir Sudah Ajukan Pergantian Ban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber internal menyebutkan bahwa sopir Coy sebelumnya telah mengajukan permintaan agar ban bus diganti karena dinilai sudah tidak layak pakai. Namun, hingga hari kejadian, penggantian tersebut belum dilakukan.
“Supir sudah meminta supaya ban kendaraan diganti karena kondisinya dinilai kurang baik,” ujar salah satu pihak yang mengetahui situasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen CBU terkait permintaan pergantian ban maupun alasan belum dilakukannya peremajaan komponen kendaraan tersebut.
Armada Dinilai Sudah Tua
Selain persoalan ban, sejumlah pihak juga menyoroti kondisi armada bus CBU rute Priok–Lewi Liang yang disebut rata-rata sudah berusia tua. Beberapa penumpang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap aspek keselamatan.
“Bus-busnya rata-rata sudah tua, tapi tetap dioperasikan setiap hari,” ungkap seorang penumpang. Ia menilai perlu adanya perhatian lebih terhadap kelayakan operasional kendaraan demi menjamin keselamatan sopir dan penumpang.
Namun demikian, belum ada data resmi mengenai usia rata-rata armada CBU maupun hasil uji kelayakan kendaraan (uji KIR) yang dimiliki perusahaan tersebut. Dalam praktik transportasi umum, kendaraan yang telah lulus uji berkala secara hukum tetap diperbolehkan beroperasi meskipun berusia lama, selama memenuhi standar keselamatan.
Penumpang Keluhkan Jadwal Keberangkatan.
Disisi lain, seorang penumpang bernama Rahmat mengaku kesal dengan jadwal keberangkatan bus CBU pada hari kejadian. Ia menyampaikan bahwa jadwal yang dinilai kurang tepat dan kondisi kendaraan yang bermasalah menambah ketidaknyamanan perjalanan.
“Saya merasa kecewa, apalagi sudah ada masalah teknis seperti ini. Seharusnya keselamatan jadi prioritas,” ujar Rahmat.
Keluhan terkait ketepatan jadwal dan kondisi armada disebut bukan pertama kali terdengar. Beberapa penumpang berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak operator agar pelayanan dapat ditingkatkan.
Aspek Keselamatan Jadi Sorotan
Insiden ban kempes di jalan tol merupakan kejadian yang berpotensi membahayakan, terutama jika terjadi saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Para pengamat transportasi menilai pentingnya perawatan rutin serta penggantian komponen yang sudah aus untuk mencegah risiko kecelakaan.
“Perawatan preventif itu kunci. Ban adalah komponen vital, apalagi untuk kendaraan besar seperti bus yang membawa banyak penumpang,” ujar seorang pemerhati keselamatan transportasi ketika dimintai tanggapan secara umum terkait kejadian serupa.
Menunggu Klarifikasi Pihak Perusahaan
Hingga saat ini, pihak CBU (Central Buana Utama) belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden di Tol Jagorawi, kondisi armada, maupun keluhan penumpang atas jadwal keberangkatan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Para penumpang berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi manajemen perusahaan agar meningkatkan standar perawatan kendaraan serta memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan transportasi umum, terutama bagi operator yang melayani rute padat dan perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Penulis : Kipray
Editor : Eka




































