Ban Kempes di Tol Jagorawi, Penumpanh Keluhan Kondisi dan Jadwal Bus CBU Rute Priok – Lewi Liang

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Sebuah bus milik perusahaan otobus CBU (Central Buana Utama) mengalami insiden ban kempes saat melintas di Tol Jagorawi arah Tanjung Priok pada Kamis (12/2/2026). Peristiwa tersebut memicu keluhan dari sejumlah penumpang yang menyoroti kondisi armada serta ketepatan jadwal keberangkatan bus rute Priok–Lewi Liang.

Menurut keterangan yang dihimpun, bus tersebut dikemudikan oleh seorang sopir bernama Coy. Insiden terjadi ketika kendaraan tengah dalam perjalanan menuju Priok. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sopir segera menepikan kendaraan ke bahu jalan guna menghindari risiko kecelakaan lebih lanjut.

Sopir Sudah Ajukan Pergantian Ban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber internal menyebutkan bahwa sopir Coy sebelumnya telah mengajukan permintaan agar ban bus diganti karena dinilai sudah tidak layak pakai. Namun, hingga hari kejadian, penggantian tersebut belum dilakukan.

“Supir sudah meminta supaya ban kendaraan diganti karena kondisinya dinilai kurang baik,” ujar salah satu pihak yang mengetahui situasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen CBU terkait permintaan pergantian ban maupun alasan belum dilakukannya peremajaan komponen kendaraan tersebut.

Baca Juga :  Ada Sirkus, PKS Desak Proyek Gedung Parkir RSUD Dihentikan

Armada Dinilai Sudah Tua

Selain persoalan ban, sejumlah pihak juga menyoroti kondisi armada bus CBU rute Priok–Lewi Liang yang disebut rata-rata sudah berusia tua. Beberapa penumpang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap aspek keselamatan.

“Bus-busnya rata-rata sudah tua, tapi tetap dioperasikan setiap hari,” ungkap seorang penumpang. Ia menilai perlu adanya perhatian lebih terhadap kelayakan operasional kendaraan demi menjamin keselamatan sopir dan penumpang.

Namun demikian, belum ada data resmi mengenai usia rata-rata armada CBU maupun hasil uji kelayakan kendaraan (uji KIR) yang dimiliki perusahaan tersebut. Dalam praktik transportasi umum, kendaraan yang telah lulus uji berkala secara hukum tetap diperbolehkan beroperasi meskipun berusia lama, selama memenuhi standar keselamatan.

Penumpang Keluhkan Jadwal Keberangkatan.

Disisi lain, seorang penumpang bernama Rahmat mengaku kesal dengan jadwal keberangkatan bus CBU pada hari kejadian. Ia menyampaikan bahwa jadwal yang dinilai kurang tepat dan kondisi kendaraan yang bermasalah menambah ketidaknyamanan perjalanan.

“Saya merasa kecewa, apalagi sudah ada masalah teknis seperti ini. Seharusnya keselamatan jadi prioritas,” ujar Rahmat.

Keluhan terkait ketepatan jadwal dan kondisi armada disebut bukan pertama kali terdengar. Beberapa penumpang berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak operator agar pelayanan dapat ditingkatkan.

Baca Juga :  Dapat Juara Harapan 1 Lomba Kampung Tematik, Kelurahan Cimone Jaya Optimis Tahun Depan Lebih Berprestasi

Aspek Keselamatan Jadi Sorotan

Insiden ban kempes di jalan tol merupakan kejadian yang berpotensi membahayakan, terutama jika terjadi saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Para pengamat transportasi menilai pentingnya perawatan rutin serta penggantian komponen yang sudah aus untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Perawatan preventif itu kunci. Ban adalah komponen vital, apalagi untuk kendaraan besar seperti bus yang membawa banyak penumpang,” ujar seorang pemerhati keselamatan transportasi ketika dimintai tanggapan secara umum terkait kejadian serupa.

Menunggu Klarifikasi Pihak Perusahaan

Hingga saat ini, pihak CBU (Central Buana Utama) belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden di Tol Jagorawi, kondisi armada, maupun keluhan penumpang atas jadwal keberangkatan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Para penumpang berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi manajemen perusahaan agar meningkatkan standar perawatan kendaraan serta memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan transportasi umum, terutama bagi operator yang melayani rute padat dan perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Penulis : Kipray

Editor : Eka

Berita Terkait

Massa KMHN Segel Gedung Bea Cukai Marunda
Laboratorium Sosial Dalam Pemolisian berbasis riset dan keilmuan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Bersama Forkopimko, Korve Bersih – Bersih Pesisir Laut Marunda
TMMD Ke-127 Kodim 0912/Kubar Mulai Bangun RTLH Warga Linggang Amer
Massa KMHN lakukan unjuk rasa Segel Gedung Bea Cukai Marunda
Perjalanan Karier Panjang Seorang Aparatur: Dari Satpol PP, PTSP hingga Sekretaris Kelurahan Sunter Agung
Pastikan Kesiapan Alat Komunikasi, Kodim 1710/Mimika Ikuti Vicon dengan Komlekdam XVII/Cenderawasih
Wapang TNI dan Wamenhan RI Bahas Penguatan Alutsista dalam Rapat Kerja Komisi I di DPR RI

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:08 WIB

Massa KMHN Segel Gedung Bea Cukai Marunda

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:07 WIB

Ban Kempes di Tol Jagorawi, Penumpanh Keluhan Kondisi dan Jadwal Bus CBU Rute Priok – Lewi Liang

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:00 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Bersama Forkopimko, Korve Bersih – Bersih Pesisir Laut Marunda

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:55 WIB

TMMD Ke-127 Kodim 0912/Kubar Mulai Bangun RTLH Warga Linggang Amer

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:17 WIB

Massa KMHN lakukan unjuk rasa Segel Gedung Bea Cukai Marunda

Berita Terbaru

Berita Aktual

Massa KMHN Segel Gedung Bea Cukai Marunda

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:08 WIB