Bogor, Suararealitas.co – PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), emiten yang dikenal sebagai pelopor hotel di rest area jalan tol, melaporkan kinerja yang tetap solid hingga Kuartal III 2025 di tengah dinamika operasional. Perusahaan mencatat penguatan pendapatan yang bertumpu pada okupansi hotel yang terus meningkat dan modernisasi sejumlah fasilitas utama.
Direktur Utama KDTN, Xaverius Nursalim, dalam Public Expose Insidentil di Sentul, Rabu (19/11/2025), menyampaikan bahwa pendapatan perseroan hingga Kuartal III mencapai Rp23,76 miliar, menguat 2,46% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,19 miliar. Kenaikan tersebut mencerminkan stabilitas permintaan layanan menginap di area tol yang semakin diminati.
Meski demikian, laba bersih perusahaan pada periode Juli–September 2025 tercatat Rp635,4 juta, turun 41,63% dibandingkan 2024. Penurunan ini disebabkan peningkatan biaya operasional seiring ekspansi fasilitas serta kebutuhan peremajaan infrastruktur. Namun manajemen menegaskan bahwa tekanan laba bersifat sementara dan merupakan bagian dari strategi penguatan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan layanan hotel tetap menjadi motor utama KDTN. Salah satu kontributor terbesar adalah Kedaton8 Sentul, yang mencatat peningkatan hunian berkat pembaruan fasilitas, penataan interior yang lebih modern, serta penguatan kedekatan pelanggan melalui pengalaman layanan yang lebih personal. Lokasi strategis di rest area turut mendorong repetisi kunjungan dari pengguna jalan tol.
Sejumlah langkah modernisasi dilakukan bertahap, mulai dari penambahan varian kamar, renovasi desain ruang, hingga peningkatan sistem self check-in, yang kini menjadi standar baru efisiensi layanan di jaringan hotel KDTN. Transformasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan tol yang mengutamakan kecepatan, kenyamanan, dan akses layanan yang mudah.
Hotel Kedaton8 Xpress KM 19 menjadi salah satu titik pertumbuhan tertinggi dengan laporan okupansi mencapai 300 persen per hari, dipacu kerja sama program promosi dengan Pertamina yang memberi pengguna SPBU akses voucher khusus untuk layanan hotel. Program ini memperluas kanal pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem layanan di rest area.
Jaringan hotel bermerk Swiss-Belexpress di KM 166, KM 164, KM 260B, dan KM 379A juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menjelang akhir tahun, beberapa titik bahkan menorehkan okupansi hingga 100 persen, didorong kehadiran fasilitas lounge premium serta akses yang mempermudah mobilitas kelompok industri dan korporasi.
Manajemen KDTN memastikan bahwa seluruh proyek pengembangan berjalan sesuai rencana tanpa kendala bahan baku maupun logistik. Konsistensi ini memperkuat kepercayaan publik terhadap kesiapan perusahaan dalam melakukan ekspansi berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas layanan.
Untuk memperluas diversifikasi pendapatan, KDTN terus menjajaki kerja sama dengan berbagai mitra strategis di sektor transportasi, perhotelan, dan ritel. Upaya ini dirancang agar fasilitas rest area tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga pusat layanan terpadu bagi pengguna jalan tol.
Melihat prospek 2026, perusahaan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan. Penambahan fasilitas seperti area padel, pengoptimalan lounge, serta pembukaan jaringan hotel baru diproyeksikan meningkatkan pengalaman istirahat berkualitas bagi pengguna tol.
Dengan memperkuat jaringan hotel tol, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas portofolio fasilitas, KDTN menegaskan komitmennya untuk memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kokoh serta daya saing yang semakin kuat.




































