Tangerang Selatan, Suararealitas.co — PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) resmi menunjuk Fauka Noor Farid, Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (KAPII), sebagai Komisaris Independen baru. Penunjukan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat peran NANO di sektor pertahanan dan mendukung kemandirian teknologi nasional.
Langkah Strategis NANO di Industri Pertahanan
Masuknya Fauka Noor Farid sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertahanan, intelijen, dan kajian strategis nasional menandai keseriusan NANO untuk memperluas kiprah pada sektor-sektor strategis negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, NANO telah aktif menjalin kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan dalam pengembangan material nano, energi cerdas, dan sistem teknologi pendukung pertahanan modern.
“Bergabungnya Bapak Fauka Noor Farid menjadi tonggak penting bagi NANO. Kami siap berperan lebih luas dalam mendukung kemandirian teknologi dan industri pertahanan Indonesia melalui riset serta inovasi karya anak bangsa,” ujar Suryandaru, Direktur Utama NANO.
Dari Inovasi Laboratorium ke Teknologi Pertahanan
Sebagai perusahaan publik berbasis riset dan inovasi nanoteknologi pertama di Indonesia, NANO terus mengembangkan aplikasi teknologi tinggi yang dapat diterapkan pada sistem keamanan, sensor, dan bahan maju (advanced materials) untuk keperluan militer dan industri strategis lainnya.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional melalui kolaborasi antara lembaga riset, akademisi, dan perusahaan teknologi dalam negeri.
“Saya melihat NANO sebagai pionir teknologi anak bangsa yang berani menembus batas riset menuju kontribusi nyata bagi pertahanan negara. Saya berkomitmen memperkuat jejaring strategis agar inovasi NANO menjadi bagian penting dari ekosistem pertahanan nasional,” ungkap Fauka Noor Farid, Komisaris Independen NANO.
Memperluas Akses ke Program Strategis Nasional
Dengan pengalaman luas di bidang intelijen dan kebijakan pertahanan, kehadiran Fauka di jajaran komisaris diharapkan mampu memperkuat konektivitas NANO terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk pengembangan defense innovation lab, teknologi sensor, sistem monitoring cerdas, dan material proteksi berbasis nano.
Langkah ini akan menegaskan posisi NANO sebagai emiten teknologi nasional dengan peran vital dalam rantai nilai industri strategis Indonesia.
NANO: Emiten Teknologi, Pilar Inovasi Bangsa
Masuknya figur dari kalangan pertahanan ke jajaran komisaris menegaskan arah strategis NANO untuk menjadi “National Tech Champion” — emiten teknologi yang memadukan riset ilmiah, bisnis berkelanjutan, dan misi kebangsaan.
Langkah ini juga memberikan sinyal positif bagi investor bahwa NANO tengah memperluas basis bisnisnya ke sektor dengan potensi tinggi dan relevansi nasional jangka panjang.
“Kehadiran Pak Fauka memperkuat posisi NANO bukan hanya di pasar teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari pertahanan negara. Inilah bentuk nyata dari inovasi yang berdaulat,” tutur Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Komisaris Utama NANO.
Tentang PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO)
PT Nanotech Indonesia Global Tbk merupakan perusahaan publik berbasis riset dan inovasi nanoteknologi pertama di Indonesia. NANO mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk sektor industri, kesehatan, energi, lingkungan, dan kini pertahanan nasional.
Melalui anak perusahaan seperti PT Nanotech Natura Indonesia, PT Nanotech Niaga Nusantara, dan PT Graha Nanotech Indonesia, NANO berkomitmen membangun ekosistem inovasi nasional yang mandiri dan berdaya saing global.




































