KOTA TANGERANG, Suararealitas.co — Warga Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, mengeluhkan mahalnya biaya sewa tenda bagi pedagang kecil yang ingin berjualan di area Festival Cisadane.
Harga sewa yang mencapai Rp3,5 juta dinilai terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan daya beli warga sekitar bantaran sungai.
“Kalaupun ada tenda, tahun kemarin sewanya sampai Rp3,5 juta. Kita warga sini mana mungkin sanggup bayar segitu,” ujar Ahmad, salah satu warga Sukarasa, Selasa (12/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad menilai, biaya tinggi itu membuat warga lokal tak punya kesempatan untuk ikut berjualan di tengah keramaian festival. Akibatnya, yang bisa berpartisipasi hanya pedagang besar dari luar daerah.
“Yang bisa jualan ya mereka yang modalnya kuat. Kita cuma bisa nonton dari jauh,” katanya.
Senada dengan Ahmad, Udin bin Husen, warga Sukarasa lainnya, menilai festival tersebut tidak memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia bahkan menyebut acara itu hanya ramai di awal dan akhir, selebihnya sepi.
“Rame cuma pas pembukaan sama penutupan. Itu juga paling yang seneng pejabat-pejabat. Kita mah dapat oncom aja udah syukur,” ujarnya.
Udin menilai pelaksanaan festival lebih banyak menonjolkan seremonial dan pencitraan daripada kepentingan rakyat kecil.
“Pencitraan doang itu mah. Udah mendingan urus Sipon aja. Sukarasa juga bukan bagian dari Sipon, jadi udah mending nggak usah sok-sokan perhatian, ujung-ujungnya malah bikin kita keseksa,” ucapnya.
Ia juga mengeluhkan pembatasan aktivitas warga selama festival berlangsung.
“Jemur baju aja nggak boleh. Katanya biar kelihatan rapi kalau pejabat lewat. Padahal ini rumah kami sendiri,” tambahnya.
Warga berharap ke depan Pemkot Tangerang dapat menata kembali konsep penyelenggaraan Festival Cisadane agar benar-benar berpihak pada masyarakat sekitar, bukan hanya sebagai ajang seremonial tahunan yang penuh pencitraan.



































