Kekuatan Abadi Lagu Lama dan Mengapa Melodi Masa Lalu Tetap Relevan

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Suararealitas.co || Di tengah gempuran musik baru yang terus bermunculan setiap harinya, lagu-lagu lama atau yang sering disebut “oldies” atau “klasik” tetap memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Dari generasi ke generasi, melodi dan lirik dari dekade-dekade sebelumnya terus diputar, dinyanyikan, dan bahkan ditemukan kembali oleh pendengar baru. Apa rahasia di balik kekuatan abadi lagu lama ini.

Salah satu alasan utama mengapa lagu lama begitu kuat adalah kemampuannya membangkitkan nostalgia. Sebuah lagu dapat menjadi mesin waktu, membawa pendengarnya kembali ke momen-momen penting dalam hidup mereka seperti cinta pertama, masa remaja, perayaan keluarga, atau bahkan suasana sebuah era. Melodi dan liriknya menjadi pemicu memori yang kuat, menghadirkan kembali emosi dan pengalaman yang pernah dirasakan. Bagi banyak orang, mendengarkan lagu lama adalah cara untuk terhubung kembali dengan diri mereka di masa lalu.

Banyak lagu lama diciptakan dengan aransemen yang kaya, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang puitis serta mendalam. Para musisi dan komposer di masa lalu seringkali menginvestasikan waktu dan keahlian yang luar biasa dalam setiap komposisi. Instrumentasi yang autentik, harmoni yang kompleks, dan vokal yang ekspresif sering menjadi ciri khas yang membuat lagu-lagu ini memiliki kualitas musikal yang sulit ditiru. Kualitas inilah yang membuat mereka tetap relevan dan enak didengar, bahkan setelah puluhan tahun.

Lirik-lirik dalam lagu lama seringkali mengangkat tema-tema universal seperti cinta, patah hati, harapan, perjuangan, dan kebahagiaan. Tema-tema ini tidak terikat oleh waktu atau tren, sehingga pesan yang disampaikan tetap relevan bagi pendengar dari berbagai generasi. Kemampuan lagu lama untuk menceritakan kisah atau menyampaikan emosi yang mendalam dengan cara yang sederhana namun kuat adalah salah satu daya tarik utamanya.

Lagu lama juga memiliki kekuatan untuk menjembatani kesenjangan antar generasi. Orang tua seringkali memperkenalkan musik favorit mereka kepada anak-anaknya, menciptakan ikatan melalui pengalaman mendengarkan bersama. Fenomena ini juga terlihat di platform digital, di mana lagu-lagu lama yang viral di TikTok atau YouTube menemukan audiens baru di kalangan generasi muda, membuktikan bahwa musik yang bagus tidak memiliki batas usia.

Baca Juga :  Aktivis Koordinator Gembrata Choirul Umam Apresiasi Kinerja PT Nindya Karya

Lebih dari sekadar hiburan, lagu lama adalah bagian dari warisan budaya. Mereka mencerminkan sejarah, nilai-nilai, dan perubahan sosial dari era di mana mereka diciptakan. Dengan mendengarkan lagu-lagu ini, kita tidak hanya menikmati musik, tetapi juga belajar tentang masa lalu dan memahami evolusi seni dan masyarakat.

Pada akhirnya, kekuatan lagu lama terletak pada kemampuannya untuk menyentuh jiwa, membangkitkan kenangan, dan menawarkan keindahan abadi yang melampaui batas waktu. Mereka adalah pengingat bahwa seni yang sejati akan selalu menemukan jalannya untuk terus hidup dan menginspirasi.

Penulis : Jody sopamena

Berita Terkait

Wartawan vs Konten Kreator, Siapa Penjaga Kebenaran di Era AI?
Ketika Advokat Koreksi Negara: Ketuk Pintu MK Demi Tata Kepolisian
Refleksi HPN 2026, Telisik Putusan MK: Dapatkah Mampu Jembatani Norma dan Realitas Praktik Perlindungan Wartawan
Aturan Hak Jawab Kedaluwarsa di Era Digital, Praktisi Pers Mubinoto Amy Ajukan Revisi ke Dewan Pers
Camat dan Sekcam Pasarkemis, Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Natal Bagi Umat Kristiani dan Tahun Baru 2026
Rahmad Sukendar: Ini Bukan Bencana Alam Tapi Pembantaian Ekologis Akibat Pembiaran Negara!
67 Persen Kapolsek di Indonesia Dinilai Tak Kompeten, Rahmad Sukendar Tuding Ada Masalah Serius dalam Sistem Pembinaan Polri
Fenomena Perwira Jadi “Pangkodamar”, Bukan Pelayan Rakyat, Rahmad Sukendar: Polri Harus Reformasi Total dari Sekarang

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:14 WIB

Wartawan vs Konten Kreator, Siapa Penjaga Kebenaran di Era AI?

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:42 WIB

Ketika Advokat Koreksi Negara: Ketuk Pintu MK Demi Tata Kepolisian

Senin, 26 Januari 2026 - 12:35 WIB

Refleksi HPN 2026, Telisik Putusan MK: Dapatkah Mampu Jembatani Norma dan Realitas Praktik Perlindungan Wartawan

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:23 WIB

Aturan Hak Jawab Kedaluwarsa di Era Digital, Praktisi Pers Mubinoto Amy Ajukan Revisi ke Dewan Pers

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:10 WIB

Camat dan Sekcam Pasarkemis, Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Natal Bagi Umat Kristiani dan Tahun Baru 2026

Berita Terbaru