WONOSOBO, suararealitas.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, Senin (19/10/2026).
Sebanyak 152 pendaki yang berada di kawasan tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi aman.
Peristiwa kebakaran Gunung Sumbing ini terjadi pada ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Para pendaki yang dievakuasi diketahui melakukan pendakian melalui Basecamp Garung dan Basecamp Gajahmungkur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto menyampaikan, bahwa evakuasi dilakukan oleh tim gabungan bersama pengelola basecamp guna memastikan keselamatan seluruh pendaki.
Kebakaran Gunung Sumbing Dilaporkan Porter Pendakian
Kebakaran di lereng Gunung Sumbing pertama kali dilaporkan oleh seorang porter yang bertugas di jalur pendakian Gajahmungkur sekitar pukul 15.00 WIB.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan penanganan darurat.
Tim gabungan juga memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal di kawasan terdampak kebakaran.
Proses evakuasi menjadi prioritas utama mengingat api berada di kawasan pegunungan dengan medan yang cukup menantang.
Berkat koordinasi petugas dan pengelola basecamp, sebanyak 152 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat.
Pemadaman Sempat Dihentikan akibat Angin Kencang
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing sempat dilakukan secara manual pada Senin malam.
Namun, operasi tersebut dihentikan sementara karena sejumlah kendala di lapangan.
Angin kencang, kobaran api yang semakin meluas, serta kondisi medan yang berisiko dalam keadaan gelap menjadi pertimbangan utama penghentian sementara pemadaman.
Keputusan tersebut diambil untuk mengutamakan keselamatan personel yang bertugas.
Kondisi medan pegunungan dan perubahan arah angin dapat meningkatkan risiko bagi petugas apabila pemadaman dilanjutkan pada malam hari.
Pemadaman kemudian dilanjutkan pada Selasa (20/10/2026) pagi oleh tim gabungan dengan upaya penanganan yang lebih intensif.
BPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Calon Pendaki Diimbau Menunda Pendakian Gunung Sumbing
Menyusul kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Sumbing, masyarakat, khususnya calon pendaki, diimbau menunda rencana pendakian hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Calon pendaki juga diminta memantau perkembangan informasi resmi dari BPBD Kabupaten Wonosobo, pengelola basecamp, serta instansi terkait sebelum merencanakan perjalanan.
Kepatuhan terhadap imbauan tersebut sangat penting untuk menghindari risiko terjebak di kawasan terdampak kebakaran maupun menghambat proses penanganan yang dilakukan petugas.
Hingga kondisi kebakaran dapat dikendalikan, kewaspadaan masyarakat dan koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pendaki, petugas, serta masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sumbing.
Masyarakat diharapkan tidak memaksakan pendakian selama masih terdapat potensi bahaya dan menunggu pengumuman resmi mengenai keamanan jalur pendakian.











