Musrenbang Kalsel 2026 Tegaskan Peran KEK dalam Penguatan Investasi dan Industri Unggulan

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Banjarbaru, Suararealitas.co – Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu arah strategis dalam pembangunan Kalimantan Selatan, seiring upaya pemerintah mendorong investasi, mempercepat hilirisasi industri, dan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Gedung Auditorium K.H. Idham Chalid, Banjarbaru, (7/4/2026).

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa prioritas pembangunan tahun 2027 harus bertumpu pada peningkatan produktivitas, penguatan iklim investasi yang efisien, dan penguatan sektor industri berbasis hilirisasi. Arah kebijakan ini menjadi landasan penting bagi daerah untuk memperkuat sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Kalimantan Selatan, penguatan KEK dinilai sangat relevan karena daerah ini memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat logistik, industri pengolahan, dan simpul investasi baru di kawasan. Pengembangan KEK diharapkan memberi manfaat langsung bagi daerah, mulai dari meningkatnya nilai tambah komoditas unggulan, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya usaha pendukung, hingga menguatnya konektivitas rantai pasok.

Sejalan dengan arah tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyinggung rencana pengembangan KEK baru serta Pelabuhan Internasional Mekar Putih yang diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia.

Menurutnya, proyek ini diharapkan mampu menarik investasi besar dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik regional. “Rencana Pelabuhan Internasional Mekar Putih, di mana juga terdapat beberapa industri, menjadi gambaran dari Kawasan Ekonomi Khusus yang sedang kami dorong saat ini. Salah satu yang kami bangun adalah jembatan menuju pelabuhan yang direncanakan ke depan. Nilai investasinya diperkirakan hampir Rp40 triliun untuk Kawasan Ekonomi Khusus, sedangkan untuk jembatannya sekitar Rp6 triliun,” jelasnya.

Di tengah rencana pengembangan tersebut, KEK Setangga hadir sebagai contoh nyata bahwa KEK di Kalimantan Selatan telah menunjukkan perkembangan yang positif. KEK Setangga yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2024 dikembangkan sebagai kawasan industri dan manufaktur dengan fokus pada hilirisasi kelapa sawit, nikel, serta pengembangan pabrik komponen baterai lithium. Posisi ini menjadikan KEK Setangga strategis, tidak hanya bagi industrialisasi daerah, tetapi juga dalam mendukung agenda nasional peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Hingga Triwulan IV Tahun 2025, realisasi investasi KEK Setangga mencapai Rp3,676 triliun, sehingga total investasi kumulatif tercatat sebesar Rp5,310 triliun. Pada periode yang sama, serapan tenaga kerja kumulatif telah mencapai 1.600 orang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa KEK Setangga telah bergerak dari tahap perencanaan menuju kawasan yang mulai menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi Kalimantan Selatan.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa capaian KEK Setangga patut dicermati karena menunjukkan performa kuat meskipun masih tergolong sebagai KEK baru. “Hal yang cukup luar biasa juga ditunjukkan oleh KEK Setangga.

Meskipun terhitung sebagai salah satu KEK baru, KEK Setangga telah menjadi salah satu penyumbang 10 besar investasi di KEK,” ujarnya.

Baca Juga :  Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana

Atas dasar perkembangan tersebut, pengembangan KEK di Kalimantan Selatan dinilai tidak berhenti pada KEK Setangga.

Pemerintah pusat menegaskan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membentuk KEK baru di Kabupaten Kotabaru, sepanjang seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat dilengkapi dan dipenuhi.

Menegaskan hal itu, Rizal Edwin Manansang menyampaikan, “Kami tidak akan ragu jika segala persyaratan sudah dilengkapi dan dipenuhi. Jadi, kami tetap mendukung KEK baru di Kalimantan Selatan.”

Dukungan tersebut juga ditopang oleh kinerja KEK secara nasional yang terus menunjukkan hasil solid. Hingga Triwulan IV Tahun 2025, total investasi kumulatif pada 25 KEK mencapai Rp336 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 249.072 orang.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp82,6 triliun, sementara capaian tenaga kerja mencapai 88.541 orang atau melampaui target awal sebesar 46.864 orang. Data ini memperkuat keyakinan bahwa KEK merupakan instrumen yang efektif untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dengan sinergi pusat dan daerah yang terus diperkuat, Kalimantan Selatan berada pada posisi yang semakin strategis untuk mengembangkan KEK sebagai pintu masuk investasi, pengungkit hilirisasi, dan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam konteks itu, KEK Setangga menjadi contoh awal perkembangan yang positif, sekaligus pijakan penting bagi rencana pembentukan KEK baru di Kalimantan Selatan.

Kalsel 2026 Tegaskan Peran KEK dalam Penguatan Investasi dan Industri Unggulan

Banjarbaru, 7 April 2026, Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu arah strategis dalam pembangunan Kalimantan Selatan, seiring upaya pemerintah mendorong investasi, mempercepat hilirisasi industri, dan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Gedung Auditorium K.H. Idham Chalid, Banjarbaru.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa prioritas pembangunan tahun 2027 harus bertumpu pada peningkatan produktivitas, penguatan iklim investasi yang efisien, dan penguatan sektor industri berbasis hilirisasi. Arah kebijakan ini menjadi landasan penting bagi daerah untuk memperkuat sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Bagi Kalimantan Selatan, penguatan KEK dinilai sangat relevan karena daerah ini memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat logistik, industri pengolahan, dan simpul investasi baru di kawasan. Pengembangan KEK diharapkan memberi manfaat langsung bagi daerah, mulai dari meningkatnya nilai tambah komoditas unggulan, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya usaha pendukung, hingga menguatnya konektivitas rantai pasok.

Sejalan dengan arah tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyinggung rencana pengembangan KEK baru serta Pelabuhan Internasional Mekar Putih yang diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia.

Menurutnya, proyek ini diharapkan mampu menarik investasi besar dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik regional. “Rencana Pelabuhan Internasional Mekar Putih, di mana juga terdapat beberapa industri, menjadi gambaran dari Kawasan Ekonomi Khusus yang sedang kami dorong saat ini. Salah satu yang kami bangun adalah jembatan menuju pelabuhan yang direncanakan ke depan. Nilai investasinya diperkirakan hampir Rp40 triliun untuk Kawasan Ekonomi Khusus, sedangkan untuk jembatannya sekitar Rp6 triliun,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Hunian Tetap lancar, Hadirkan Harapan Baru untuk Warga terdampak banjir di Aceh Utara

Di tengah rencana pengembangan tersebut, KEK Setangga hadir sebagai contoh nyata bahwa KEK di Kalimantan Selatan telah menunjukkan perkembangan yang positif. KEK Setangga yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2024 dikembangkan sebagai kawasan industri dan manufaktur dengan fokus pada hilirisasi kelapa sawit, nikel, serta pengembangan pabrik komponen baterai lithium. Posisi ini menjadikan KEK Setangga strategis, tidak hanya bagi industrialisasi daerah, tetapi juga dalam mendukung agenda nasional peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Hingga Triwulan IV Tahun 2025, realisasi investasi KEK Setangga mencapai Rp3,676 triliun, sehingga total investasi kumulatif tercatat sebesar Rp5,310 triliun. Pada periode yang sama, serapan tenaga kerja kumulatif telah mencapai 1.600 orang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa KEK Setangga telah bergerak dari tahap perencanaan menuju kawasan yang mulai menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi Kalimantan Selatan.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa capaian KEK Setangga patut dicermati karena menunjukkan performa kuat meskipun masih tergolong sebagai KEK baru. “Hal yang cukup luar biasa juga ditunjukkan oleh KEK Setangga.

Meskipun terhitung sebagai salah satu KEK baru, KEK Setangga telah menjadi salah satu penyumbang 10 besar investasi di KEK,” ujarnya.

Atas dasar perkembangan tersebut, pengembangan KEK di Kalimantan Selatan dinilai tidak berhenti pada KEK Setangga.

Pemerintah pusat menegaskan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membentuk KEK baru di Kabupaten Kotabaru, sepanjang seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat dilengkapi dan dipenuhi.

Menegaskan hal itu, Rizal Edwin Manansang menyampaikan, “Kami tidak akan ragu jika segala persyaratan sudah dilengkapi dan dipenuhi. Jadi, kami tetap mendukung KEK baru di Kalimantan Selatan.”

Dukungan tersebut juga ditopang oleh kinerja KEK secara nasional yang terus menunjukkan hasil solid. Hingga Triwulan IV Tahun 2025, total investasi kumulatif pada 25 KEK mencapai Rp336 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 249.072 orang.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp82,6 triliun, sementara capaian tenaga kerja mencapai 88.541 orang atau melampaui target awal sebesar 46.864 orang. Data ini memperkuat keyakinan bahwa KEK merupakan instrumen yang efektif untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dengan sinergi pusat dan daerah yang terus diperkuat, Kalimantan Selatan berada pada posisi yang semakin strategis untuk mengembangkan KEK sebagai pintu masuk investasi, pengungkit hilirisasi, dan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam konteks itu, KEK Setangga menjadi contoh awal perkembangan yang positif, sekaligus pijakan penting bagi rencana pembentukan KEK baru di Kalimantan Selatan.

Berita Terkait

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang
81% Muslim Indonesia Ingin Lebih Siap Berhaji, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji
Polsek Karawaci Gelar Razia Stasioner Dini Hari, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Patroli Cipta Kondisi Polres Priok Perkuat Keamanan Kawasan Pelabuhan
FORKABI Gelar Mubes VI, Abdul Ghoni Buka Peluang Seluruh Kader Maju Jadi Ketua Umum
Upaya Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kukum Polsek Karawaci terus di Galakan
Kejagung Pastikan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Tidak Disita Meski Jadi Barang Bukti
Yusril: Dugaan Korupsi di Imigrasi Tidak Boleh Hambat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang

Senin, 8 Juni 2026 - 15:32 WIB

81% Muslim Indonesia Ingin Lebih Siap Berhaji, Muslim Pro dan Maybank Syariah Luncurkan Gerakan #YukHaji

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:30 WIB

Polsek Karawaci Gelar Razia Stasioner Dini Hari, Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:01 WIB

Patroli Cipta Kondisi Polres Priok Perkuat Keamanan Kawasan Pelabuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:11 WIB

FORKABI Gelar Mubes VI, Abdul Ghoni Buka Peluang Seluruh Kader Maju Jadi Ketua Umum

Berita Terbaru