Jakarta, Suararealitas.co – Kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan merupakan harapan serta cita-cita bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegara. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah terus berupaya merancang dan mengembangkan berbagai program yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah program yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tengah direncanakan dan dijalankan oleh pemerintah. Namun, pelaksanaan berbagai program tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan berbagai pihak sebagai pemangku kepentingan (stakeholder).
Atas dasar itulah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) bersama Yayasan Wakaf Infak Insan Tauhid Bermanfaat (WI-ITB), serta sejumlah lembaga dan institusi di antaranya PT Inovasi Teknologi Bangsa (INOTEB), Koperasi Merah Putih Maju Bersama, dan Komunitas Ganesha Maju Bersama (GMB) ITB, menyelenggarakan diskusi bersama yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan sekaligus mensosialisasikan berbagai program kerakyatan yang direncanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi berbagai pihak dalam mendukung serta berperan aktif dalam mewujudkan program-program tersebut.
Diskusi ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan keterlibatan berbagai kalangan, sehingga program-program yang dirancang pemerintah dapat terlaksana secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan, keadilan sosial, serta upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Dalam forum diskusi tersebut, sejumlah program kerakyatan yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
- Program Koperasi Desa Merah Putih
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Program Kampung Nelayan Merah Putih
- Program Sumur Minyak Tua untuk Rakyat
- Program Tiga Juta Rumah Rakyat
Melalui diskusi dan pemaparan mengenai program-program tersebut, diharapkan para peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peluang keterlibatan dan kontribusi yang dapat diberikan dalam mendukung keberhasilan program-program kerakyatan tersebut.
Ketua Umum Ikatan Alumni ITB sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Infak Insan Tauhid Bermanfaat (WI-ITB), Ahmad Syarbini (Abi), GD ITB 1986, mengajak para alumni ITB untuk mengambil peran dalam berbagai program tersebut.
“Kami mengajak rekan-rekan alumni ITB untuk dapat mengambil peran dalam program-program ini, karena program-program tersebut merupakan program yang sangat dinantikan oleh masyarakat luas. Ayo berkarya,” ujar Abi.
Ia berharap keterlibatan alumni ITB dan berbagai pihak dapat mendukung kelancaran pelaksanaan program-program tersebut serta menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian Indonesia di tengah berbagai tantangan yang ada saat ini.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pengurus Yayasan WI-ITB, Donny, TK ITB 1986, menyampaikan bahwa melalui diskusi ini pihaknya berharap dapat memperoleh dukungan dari berbagai pihak yang memiliki minat dan komitmen untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program-program kerakyatan tersebut.
“Melalui diskusi ini kami berharap dapat memperoleh dukungan dari pihak-pihak yang memiliki minat untuk terlibat langsung dalam mendukung program-program tersebut,” ujar Donny.
Sementara itu, pimpinan PT Inovasi Teknologi Bangsa (INOTEB), Akbar Prima Jaya, GL ITB 2012, menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong keberhasilan program-program tersebut.
“Dengan adanya kolaborasi dan sinergi dari berbagai stakeholder, diharapkan inovasi, sumbangsih pemikiran, serta karya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran yang dirasakan langsung oleh rakyat dapat terwujud,” ujar Akbar.
Melalui penyelenggaraan acara buka puasa bersama yang disertai diskusi mengenai program-program kerakyatan ini, para penyelenggara berharap dapat menarik partisipasi yang lebih luas, baik dari kalangan alumni ITB maupun masyarakat umum. Dengan demikian, berbagai program kerakyatan yang direncanakan pemerintah dapat direalisasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




































