Jakarta, Suararealitas.co- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 sebagai instrumen rutin untuk mengukur tingkat daya saing provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.
IDSD disusun sebagai potret komprehensif kondisi daerah sekaligus rujukan strategis dalam memperkuat perencanaan pembangunan berkelanjutan berbasis data. Pengukuran dilakukan dengan mengoptimalkan data sekunder yang telah tersedia dan terhimpun secara nasional.
Konsep pengukuran IDSD diturunkan dari Global Competitiveness Index, kemudian disesuaikan dengan karakteristik Indonesia. Variabel dan indikator dirancang berbeda untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar relevan dengan kebutuhan serta konteks masing-masing wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh data bersumber dari kementerian dan lembaga wali data, dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai koordinator utama. Data yang dikompilasi dari daerah tersebut memastikan kredibilitas dan kemutakhiran informasi.
BRIN menegaskan IDSD bukanlah ajang perlombaan. Sertifikat yang diberikan kepada daerah merupakan bentuk apresiasi atas meningkatnya partisipasi pemerintah daerah dalam menyediakan dan memperbarui data melalui mekanisme satu data nasional.
“Ini bukan penghargaan, melainkan sertifikat apresiasi karena daerah semakin aktif memberikan input data kepada wali data. Data yang kami gunakan adalah data sekunder yang kredibel dan terkini,” disampaikan dalam peluncuran tersebut.
Sementara itu, Dr. Yopi, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (DRID) BRIN, menegaskan bahwa IDSD 2025 merupakan rilis data dan informasi yang telah dihimpun sepanjang satu tahun terakhir.
Menurutnya, seluruh data telah dibuka secara transparan dan dapat diakses oleh para kepala daerah. BRIN juga telah menyiapkan panduan pemanfaatan data secara digital agar pemerintah daerah dapat membaca serta menggunakan informasi tersebut dalam penyusunan kebijakan.
“Kami berkomunikasi kepada seluruh kepala daerah agar menggunakan data dan informasi digital ini untuk memperkuat perencanaan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing,” ujar Dr. Yopi.
Ia menjelaskan, IDSD berfungsi sebagai potret objektif kondisi daerah. Dari data tersebut akan terlihat aspek yang sudah kuat, yang berada pada kategori sedang, maupun yang masih memerlukan perbaikan.
“Dengan melihat data itu, setiap daerah memiliki referensi yang valid dan tepat untuk menyusun rencana pembangunan. Harapannya, kualitas kebijakan pemerintah daerah semakin baik,” katanya.
Dr. Yopi menekankan bahwa pemanfaatan IDSD secara optimal akan mendorong peningkatan dampak kebijakan terhadap masyarakat. Ia menyebutkan tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui penguatan daya saing daerah, yakni perbaikan ekonomi, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan aspek sosial.
Dengan pendekatan berbasis data yang kredibel dan terkini, BRIN berharap perencanaan pembangunan di seluruh daerah menjadi semakin terukur, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.



































