MITI Gelar Paparan Publik Insidental Usai Suspensi Saham, Pastikan Kinerja dan Aksi Korporasi Berjalan

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menggelar Paparan Publik Insidental di Jakarta, Selasa (16/9/2025) sebagai tindak lanjut permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca penghentian sementara perdagangan saham perseroan pada 10 September 2025. Suspensi dilakukan menyusul lonjakan harga saham MITI yang signifikan, sehingga BEI meminta perusahaan melakukan keterbukaan informasi kepada publik.

Dalam paparannya, Sugeng Wahono selaku Sekretaris Perusahaan PT Mitra Investindo Tbk, menegaskan bahwa peningkatan harga saham dan volume transaksi sepenuhnya merupakan dinamika pasar. Hingga saat ini, perseroan menyatakan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik, serta berkomitmen mematuhi seluruh ketentuan pasar modal.

Dari sisi keuangan, MITI membukukan total aset Rp497,09 miliar per 30 Juni 2025, naik tipis 0,7% dibandingkan akhir 2024. Ekuitas juga menguat 1,6% menjadi Rp441,42 miliar, sementara liabilitas turun 5,8% menjadi Rp55,66 miliar. Meski pendapatan semester I 2025 terkoreksi 10,1% menjadi Rp120 miliar, laba usaha perseroan naik 32,4% menjadi Rp8,32 miliar. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 15,9% menjadi Rp5,05 miliar.

Terkait bisnis, anak usaha MITI di bidang pelayaran dan logistik masih beroperasi normal serta menjajaki peluang baru. Di sektor pertambangan, entitas anak PT Nusantara Bina Silika Group melalui sejumlah perusahaan tambang telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi dan tengah memulai persiapan tahap eksplorasi. Selain itu, pengembangan kawasan industri berbasis silika juga tengah diproses melalui perusahaan patungan PT Ketapang Prima Resources.

Baca Juga :  Glodon Bergabung dalam PAQS Congress 2025 di Indonesia: Dorong Masa Depan Konstruksi Digital dan Quantity Surveying

Untuk aksi korporasi, MITI tengah menyiapkan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 354 juta saham, sesuai hasil RUPSLB 5 Juni 2025. Saat ini, perseroan masih bernegosiasi dengan calon investor strategis, dengan target pelaksanaan paling lambat dua tahun sejak persetujuan RUPSLB.

Sugeng Wahono menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan dan menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar modal.

Berita Terkait

Glodon Dorong Industri Konstruksi Masuk Era AI dan 5D BIM
KLAS Bidik Efisiensi Armada dan Ekspansi Pasar Pasir Kuarsa pada 2026
PT Rama Indonesia Resmi Kuasai DPUM, Babak Baru Transformasi Bisnis Dimulai
MIRA Optimistis Prospek Industri Transportasi Darat Tetap Tumbuh pada 2026
BRI RO 7 Jakarta 2 Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona di CFD Sudirman
BRI Region 7 Jakarta 2 Luncurkan Kartu Debit Edisi FC Barcelona
BRI Region 7 Jakarta 2 Masifkan Penggunaan EDC ke Merchant*
BRI Region 7 Jakarta 2 Dorong Digital CS Kemudahan dan Kecepatan Transaksi Perbankan Nasabah

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:53 WIB

KLAS Bidik Efisiensi Armada dan Ekspansi Pasar Pasir Kuarsa pada 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:16 WIB

PT Rama Indonesia Resmi Kuasai DPUM, Babak Baru Transformasi Bisnis Dimulai

Senin, 11 Mei 2026 - 19:17 WIB

MIRA Optimistis Prospek Industri Transportasi Darat Tetap Tumbuh pada 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:06 WIB

BRI RO 7 Jakarta 2 Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona di CFD Sudirman

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:03 WIB

BRI Region 7 Jakarta 2 Luncurkan Kartu Debit Edisi FC Barcelona

Berita Terbaru