Dibalik Kehebatan Seorang Prajurit Militer, Ada Figur dan Do’a Seorang Ibu yang Kuat

- Jurnalis

Rabu, 29 Maret 2023 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dibalik Kehebatan Seorang Prajurit Militer, Ada Figur dan Do'a Seorang Ibu yang Kuat
Sosok Marinir TNI-AL, Haji Heri Mulyo Sugiarto dan Umi tercintanya, Umi Nurgaya Binta’lab. (Foto: Suara Realitas)


JAKARTA – Kita sebagai masyarakat hanya melihat dan mengetahui bahwa Marinir adalah tentara yang kuat dan ta’at beragama. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun menjadi prajurit Marinir TNI-AL bukan lah perkara yang mudah. Terlebih untuk bisa lolos seleksi penerimaan menjadi anggota TNI butuh perjuangan dan kerja keras yang besar di samping doa kepada Sang Pencipta (Allah SWT). 

Ternyata dibalik kuatnya sosok Marinir TNI-AL, Haji Heri Mulyo Sugiarto tumbuh besar sebagai yatim, yang lahir dari kandungan seorang ibu Betawi Asli kampung Tanah Abang, sedangkan ayahanda nya yang bernama Abdul Yahya ternyata juga seorang Purna Bhakti dari Marinir TNI-AL, dan Umi tercintanya adalah Umi Nurgaya Binta’lab anak dari seorang tokoh Betawi Tanah Abang, Jakarta Pusat yaitu Ali Barak Binta’lab.

Sementara itu, Heri kecil hanya dapat mendengar sosok keberanian dan kebaikan ayahnya sebagai prajurit dari teman-teman ayahnya saja, karena sejak kecil ia sudah ditinggal ayahnya pulang ke rahmatullah.

Namun Heri tumbuh besar dari hasil jerih payah tangan seorang janda keturunan Betawi yang ta’at beragama, akhirnya dari ajaran disiplin pendidikan agama yang beliau tanamkan kepada anak-anaknya sejak kecil, Heri yang dulu kecil tumbuh besar menjadi seorang Prajurit Militer yang mengambil jalan hidupnya untuk mengabdikan dirinya selama 32 tahun untuk negara dan masyarakat. 

Baca Juga :  Kembali Terulang! Pergoki Muda Mudi Konsumsi Narkoba, Seorang Wartawan Dapatkan Kekerasan Fisik

Walaupun Umi Nurgaya harus menghidupi 7 orang anak-anaknya dengan hanya sebatangkara, beliau tidak pernah putus asah, beliau yakin dibalik kesabaran dan ketelatenannya untuk menghidupi anak-anaknya ada campur tangan Allah Ta’ala yang berpihak kepadanya. 

Meskipun hanya seorang pedagang makanan kecil yang memiliki keterampilan sebagai penjahit baju, dari penghasilannya itu ia bersyukur bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga tamat dibangku kuliah sebagai sarjana. 

Meskipun sebagai anggota militer, Haji Heri masih tetap berkecimpung bersama masyarakat dan para tokoh-tokoh agama yang ada di Jakarta didalam majelis-majelis ta’lim, hingga saat ini ia masih tekun duduk didalam majelis ta’lim Nurul Musthofa yang dipimpin oleh Al-Habib Hasan bin Ja’far Assaqof, ia memperdalam ilmu agama dan selalu mendapatkan nasehat-nasehat baik tentang kehidupan dari Habib Hasan. 

Dari pengalaman dan pelajaran yang  didapatkannya itu, kemudian melahirkan sebuah kepercayaan besar dari teman-temannya untuk memimpin di beberapa organisasi yang diantaranya Ikatan Alumni SMA PGRI 8 Jakarta, Majelis Nurul Musthofa (Nurmus), Majelis Ukhuwah Islamiah DKI Jakarta, Majelis Ukhuwah Islamiah (MUI) DKI Jakarta, dan turut ada dalam supremasi penegakkan hukum di kantor Perkumpulan Advokat Betawi (PADI) DKI Jakarta. 

Baca Juga :  ILO Luncurkan Buku Pedoman Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial Pertama Untuk Institusi Pendidikan Tinggi

Bahkan Haji Heri berpegang teguh dari ajaran gurunya Habibana Hasan bin Ja’far untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang banyak, karena kecintaan dan kepatuhan kepada orang tua dan guru membangun sosok yang disegani dan dicintai masyarakat serta para ulama Betawi dan ulama Jawa Tengah ditempat ia pernah berdinas dahulu. 

Kemudian Haji Heri memegang prinsip “akhir dari sebuah pengabdian kita sebagai hamba kepada sesama adalah kematian,” hal itulah yang membuat dirinya tetap konsisten dan amanah hingga sekarang.*(Za)

Berita Terkait

Wawan Suhada: Kebebasan Pers Jangan Kebablasan, Tempo Diminta Klarifikasi
Aksi Simpatisan NasDem di Kantor Tempo, Soroti Pemberitaan dan Tuntut Klarifikasi
Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital
Polisi Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang Pembelian Ikan Ekspor di Muara Angke
Anggota OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga di Kampung Muara Distrik Pogoma, Tim Patroli Koops TNI Habema Amankan Lokasi
Babinsa Koramil Mapurujaya Laksanakan Komsos Bersama Warga Kampung Fanamo
STIK Lemdiklat Polri Gelar Seminar UNIPOL, Dorong Transformasi Pendidikan Kepolisian di Era Digital
Polisi Bantu Penumpang Berkebutuhan Khusus di Kali Adem, Wujud Pelayanan Humanis

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 14:24 WIB

Wawan Suhada: Kebebasan Pers Jangan Kebablasan, Tempo Diminta Klarifikasi

Selasa, 14 April 2026 - 13:55 WIB

Aksi Simpatisan NasDem di Kantor Tempo, Soroti Pemberitaan dan Tuntut Klarifikasi

Selasa, 14 April 2026 - 12:44 WIB

Rakernis Humas Polri 2026 , Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital

Senin, 13 April 2026 - 17:53 WIB

Polisi Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang Pembelian Ikan Ekspor di Muara Angke

Senin, 13 April 2026 - 17:48 WIB

Anggota OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga di Kampung Muara Distrik Pogoma, Tim Patroli Koops TNI Habema Amankan Lokasi

Berita Terbaru