MEJA Akuisisi 45% Saham TCP Senilai Rp1,6 Triliun, Perkuat Ekspansi Energi

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat portofolio bisnis melalui rencana akuisisi terhadap PT Trimata Coal Perkasa (TCP), perusahaan tambang batu bara berkalori tinggi yang beroperasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pemaparan  tersebut disampaikan dalam sebuah forum di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Dalam rencana tersebut, MEJA berencana mengambil alih 45 persen saham TCP dengan nilai transaksi mencapai USD100 juta atau setara sekitar Rp1,6 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas skala usaha sekaligus memperkuat posisi di sektor energi dan sumber daya alam.

Akuisisi ini dinilai memiliki prospek menjanjikan, mengingat batu bara berkalori tinggi masih memiliki permintaan yang stabil di pasar domestik maupun internasional. Dengan cadangan dan kualitas produk yang kompetitif, TCP diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja MEJA ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memperluas portofolio, aksi korporasi ini juga diharapkan menciptakan sinergi operasional yang meningkatkan efisiensi, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang ekspansi ke sektor-sektor strategis lainnya. Integrasi kedua entitas diproyeksikan menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan pemegang saham.

Manajemen MEJA menilai investasi ini bukan sekadar diversifikasi, melainkan bagian dari transformasi bisnis untuk membangun fondasi perusahaan yang lebih kokoh di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Nilai transaksi yang signifikan juga mencerminkan optimisme terhadap prospek sektor energi nasional.

Baca Juga :  BRI UNIT Banjarsari Kembangkan Growth Mindset Tim untuk Layanan yang Inovatif dan Cepat

Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto, menyampaikan bahwa perusahaan tengah melakukan penguatan internal melalui peningkatan kualitas proyek, penguatan manajemen, serta konsolidasi struktur perusahaan melalui penerbitan saham baru.

“Langkah ini menjadi konsolidasi penting. Dengan struktur baru, ekuitas perusahaan akan semakin kuat sehingga mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya .

Ia menambahkan, kerja sama yang dibangun melibatkan berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga energi, guna memastikan keberlanjutan proyek sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri nasional.

Sementara itu, pendiri PT Trimata Coal Perkasa, Subagio, menyoroti besarnya potensi sumber daya mineral Indonesia, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri.

Menurutnya, peningkatan nilai tambah menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi tersebut. Ia mencontohkan komoditas bauksit yang nilainya dapat meningkat signifikan apabila diolah di dalam negeri.

“Jika hanya dijual mentah, nilainya sekitar 30 dolar AS per ton. Namun jika diolah menjadi alumina hingga aluminium, nilainya bisa meningkat hingga mendekati 2.000 dolar AS,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan utama dalam pengembangan industri hilir adalah biaya energi, terutama listrik. Oleh karena itu, penguatan sektor energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

Baca Juga :  Perluas Jaringan Bisnis, BRI KC Serang Hadiri MUSCAB Hiswana Migas DPC Banten

“Biaya produksi terbesar adalah listrik. Maka penguatan sektor energi harus berjalan seiring dengan pengembangan industri mineral,” katanya.

Forum ini menjadi momen penting yang menandai dimulainya sinergi strategis antara PT Harta Djaya Karya Tbk dan PT Trimata Coal Perkasa, sekaligus menegaskan optimisme terhadap masa depan industri nasional dengan fokus pada hilirisasi, penguatan sektor energi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam struktur kolaborasi ini, sejumlah figur kunci memegang peran strategis. Richie Adrian Hartanto memimpin PT Harta Djaya Karya Tbk sebagai Direktur Utama, sementara Subagio merupakan pendiri PT Trimata Coal Perkasa.

Di sisi lain, Noprian Fadli, selaku pemilik PT Triple Berkah Bersama sekaligus Komisaris Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, berperan dalam memperkuat konektivitas serta memperluas jaringan bisnis perusahaan.

Ia menambahkan bahwa akan ada aksi korporasi besar pada tahun ini guna mendorong peningkatan nilai perusahaan.

Kolaborasi para pemangku kepentingan tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

Berita Terkait

Hari Pelaut Sedunia 2026: Kemenhub Perkuat Kesejahteraan Pelaut, Indonesia Miliki 1,6 Juta Pelaut
SMIL Bidik Pendapatan Rp500 Miliar, Perkuat Bisnis Material Handling dan Ekspansi ke Sektor Tambang
Di Tengah Tekanan Pasar Otomotif, Bintraco Dharma Tetap Bukukan Laba Rp46 Miliar
Bintraco Dharma Bukukan Laba Inti Rp148 Miliar pada 2025, RUPST Putuskan Seluruh Laba Ditahan
DPUM Optimistis Tumbuh 32%, Siapkan Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Produksi
Ditjen Hubla dan US Coast Guard Tinjau Keamanan Empat Pelabuhan Batam, Perkuat Implementasi ISPS Code
PART Beberkan Prospek Usaha dan Strategi Pertumbuhan dalam Public Expose 2026
DPUM Siapkan Investasi Rp100 Miliar untuk Perkuat Kapasitas Produksi dan Ekspor

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:59 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Kemenhub Perkuat Kesejahteraan Pelaut, Indonesia Miliki 1,6 Juta Pelaut

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:44 WIB

SMIL Bidik Pendapatan Rp500 Miliar, Perkuat Bisnis Material Handling dan Ekspansi ke Sektor Tambang

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:11 WIB

Di Tengah Tekanan Pasar Otomotif, Bintraco Dharma Tetap Bukukan Laba Rp46 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:04 WIB

Bintraco Dharma Bukukan Laba Inti Rp148 Miliar pada 2025, RUPST Putuskan Seluruh Laba Ditahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:03 WIB

DPUM Optimistis Tumbuh 32%, Siapkan Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Produksi

Berita Terbaru