Jakarta, Suararealitas.co — Dedikasi, loyalitas, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) kembali tercermin dari perjalanan karier panjang seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan latar belakang pendidikan Magister (S2) dan pangkat Golongan III/B, ia telah menapaki berbagai jenjang penugasan strategis, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasie Kesra) Semper Timur, dan kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Kelurahan (Sekel) Sunter Agung, Jakarta Utara.
Perjalanan pengabdiannya menjadi potret nyata dinamika birokrasi yang sarat tantangan, sekaligus ruang pembelajaran yang terus membentuk kapasitas kepemimpinan dan profesionalismenya.
Fondasi Awal di Satpol PP
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kariernya dimulai di lingkungan Satpol PP, sebuah institusi yang memiliki peran strategis dalam penegakan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Di satuan ini, ia tidak hanya menjalankan tugas operasional di lapangan, tetapi juga menunjukkan dedikasi dan kinerja yang mendapat apresiasi.
Pengalaman di Satpol PP membentuk karakter kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan responsif terhadap dinamika sosial. Interaksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi menjadi bekal berharga dalam memahami realitas pelayanan publik dari sisi paling mendasar.
Menguatkan Kompetensi di PTSP
Langkah pengabdiannya kemudian berlanjut di bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi DKI Jakarta. Penempatan pertamanya berada di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebagai petugas yang menangani Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), yang pada saat itu proses perizinannya masih berada di bawah kewenangan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Di posisi ini, ia berhadapan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha, memastikan proses perizinan berjalan sesuai regulasi, cepat, transparan, dan akuntabel. Peran tersebut menuntut ketelitian administrasi sekaligus kemampuan komunikasi yang baik, mengingat tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.
Kinerja dan kompetensinya yang dinilai baik membuatnya kemudian ditarik ke Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk mengemban tugas sebagai Sekretaris Kepala Unit PTSP. Jabatan ini menjadi tantangan baru karena menuntut kemampuan manajerial, koordinasi lintas sektor, serta penguatan sistem administrasi internal. Ia tidak lagi sekadar pelaksana teknis, tetapi juga berperan dalam pengelolaan tim dan perencanaan kerja unit.
Dinamika Mutasi dan Pengalaman Lintas Wilayah
Sebagai bagian dari dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mutasi dan rotasi jabatan menjadi hal yang lumrah. Ia pun sempat dipindahkan ke Kecamatan Jagakarsa. Meski masa tugasnya di wilayah ini relatif singkat, kurang lebih dua bulan, pengalaman tersebut tetap memperkaya wawasan tentang karakteristik pelayanan publik di wilayah berbeda.
Kariernya kemudian berlanjut di PTSP Wali Kota Administrasi Jakarta Utara. Di sini, ia kembali berkontribusi dalam penguatan sistem pelayanan terpadu, memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh layanan yang efektif serta efisien. Pengalaman lintas kota administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Utara memberikan perspektif yang lebih luas tentang perbedaan kebutuhan dan dinamika sosial di masing-masing wilayah.
Amanah sebagai Kasie Kesra Semper Timur
Pengalaman panjang di bidang pelayanan publik dan administrasi pemerintahan kemudian mengantarkannya pada amanah sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasie Kesra) di Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam jabatan ini, tanggung jawabnya semakin kompleks. Ia mengoordinasikan berbagai program kesejahteraan masyarakat, mulai dari pembinaan sosial, fasilitasi bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Jabatan tersebut menuntut kepekaan sosial yang tinggi, kemampuan membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, serta komitmen kuat dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran.
Sebagai Kasie Kesra, ia berada di garda terdepan dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat kelurahan. Peran ini memperkuat kapasitasnya dalam manajemen sosial sekaligus pengelolaan administrasi berbasis pelayanan publik.
Menjadi Sekretaris Kelurahan Sunter Agung
Kepercayaan berikutnya datang ketika ia ditunjuk sebagai Sekretaris Kelurahan (Sekel) Sunter Agung, Jakarta Utara. Meski masa tugasnya berlangsung sekitar tiga bulan sebelum mendapatkan penugasan baru, jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis dalam struktur pemerintahan kelurahan.
Sebagai Sekel, ia bertanggung jawab atas pengoordinasian administrasi pemerintahan, perencanaan program kerja, pengelolaan keuangan, serta pengawasan pelaksanaan kegiatan di lingkungan kelurahan. Posisi ini menuntut ketelitian administratif, kemampuan manajemen organisasi, serta kecakapan dalam mendukung kinerja lurah secara menyeluruh.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman lintas unit kerja yang ia miliki dinilai mampu mendukung tugas-tugas strategis di tingkat kelurahan.
Masa Pengapdian yang Masih Panjang
Dengan latar belakang pendidikan S2 dan pangkat Golongan III/B, perjalanan kariernya masih terbuka luas. Diperkirakan masih terdapat kurang lebih 14 tahun masa pengabdian sebelum memasuki masa purnabakti. Rentang waktu tersebut menjadi peluang besar untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas kontribusi, serta menorehkan prestasi di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa mutasi dan rotasi jabatan bukanlah hambatan, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kompetensi. Setiap penempatan membawa tantangan baru sekaligus memperkaya perspektif dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Inspirasi Pengabdian
Kisah pengabdian ini menjadi cerminan bahwa profesionalisme dan integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Dari Satpol PP, PTSP, hingga posisi strategis di kelurahan, setiap tahapan dijalani dengan komitmen terhadap pelayanan publik.
Dengan semangat dedikasi dan ketulusan, ia diharapkan terus memberikan kontribusi terbaik bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi aparatur lainnya bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang harus dijalani dengan integritas, kerja keras, dan semangat melayani.
Penulis : Novi
Editor : Eka




































