JAKARTA, suararealitas.co – Penumpukan sampah tampak di kolong tol Kencana, di Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026). Sampah menumpuk karena minimnya tempat pembuangan sampah (TPS).
Tumpukan sampah di kolong tol juga dikeluhkan warga sekitar karena menimbulkan aroma yang tidak sedap.
“Setiap hari memang ini sampahnya lebih banyak yang masuk ke sini ketimbang yang diangkut,” kata Klay, warga yang tinggal dekat kolong tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Klay menyebut jika tumpukan sampah itu terus dibiarkan, maka dikhawatirkan bisa menyebabkan penyakit karena bau busuknya yang sangat menyengat. Terlebih jika hujan turun.
Ia juga khawatir jika permasalahan ini tidak segera ditangani. Sebab, lama kelamaan sampah tersebut ditakutkan melebihi kapasitas dari seharusnya.
Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup Tanjung Priok, Amir mengatakan bahwa terkait Kencana sampai saat ini lagi di tindaklanjuti (TL).
“Saat ini masih dalam tahap tindaklanjut penanganan dan pengangkutan sampah, InsyaAllah akan segera dituntaskan,” ujar Amir saat dikonfirmasi suararealitas.co, Rabu (4/2/2026) pagi.
Bahkan, Amir membantah soal penumpukkan itu adanya dugaan keterlibatan orang dalam alias oknum Satpel LH Tanjung Priok yang memperbolehkan buang sampah di kolong tol tersebut.
“Tidak benar, masih dalam tahap penyidikan baik itu dari internal kami maupun stakeholder sekitar kolong tol,” jelasnya.
Dengan kondisi seperti itu, ia beserta jajarannya juga siap jika memang kinerja perlu di evaluasi.
“InsyaAllah saya siap kalau memang ada evaluasi kalau ada kekurangan atau kesalahan,” katanya.
Kendati demikian, atas tindakan tersebut, Amir pun tak segan-segan untuk melaporkan oknum atau jajarannya ke tingkat provinsi.
“Kami akan laporkan kepada bagian atau bidang Penegakan Hukum Dinas LH Provinsi DKI Jakarta dan juga Gakkum Kementerian LH, jika oknum tersebut ditemukan adanya pelanggaran atas keterlibatannya,” pungkasnya.



































