Pendapatan Melonjak, Laba Terkoreksi: MEJA Fokus Stabilkan Arus Kas 2026

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co– PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp988,8 juta pada kuartal II-2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian Rp2,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu, meskipun perusahaan berhasil membukukan kenaikan pendapatan neto yang cukup besar dan mempertahankan prospek positif untuk paruh kedua tahun ini.

Dalam public expose yang digelar secara daring pada Senin (2/11/2025), Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto, menjelaskan bahwa tekanan pada laba memang mempengaruhi persepsi pasar. Namun ia menilai kondisi keuangan perusahaan tetap terkendali. “Dari sisi fundamental, D/E ratio membaik dan arus kas operasi kembali positif. Ini menunjukkan disiplin struktural yang semakin kuat,” ujarnya.

Richie menambahkan bahwa perusahaan kini menempatkan stabilisasi arus kas sebagai prioritas utama di tengah dinamika biaya dan harga bahan baku. “Kami berkomitmen memperkuat segmen interior, mengoptimalkan margin, dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi pemegang saham,” tegasnya.

Manajemen melaporkan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp14,49 miliar, sementara rasio utang terhadap ekuitas terkoreksi ke level 0,26 pada akhir Juni 2025. Kedua indikator tersebut dinilai sebagai hasil dari program konsolidasi yang dilakukan sejak tahun sebelumnya.

Pendapatan neto perusahaan melonjak 36,93 persen secara tahunan, terutama disokong oleh ekspansi layanan interior, peningkatan utilisasi dalam proyek konstruksi terintegrasi, serta kontribusi tambahan dari sektor properti.

Untuk tahun 2026, MEJA menyiapkan strategi pertumbuhan yang lebih agresif namun tetap terukur. Sekitar 40–50 persen anggaran akan difokuskan pada pengadaan furnitur, integrasi layanan Design-Build, serta pembentukan portofolio aset produktif yang diharapkan mampu menghasilkan pendapatan pasif secara konsisten.

Baca Juga :  BRI BO BSD Jalin Sinergi dengan Kanwil Bea Cukai Banten Melalui Sosialisasi Produk Perbankan

Di sisi lain, perusahaan mewaspadai tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan baku dan inflasi pada sektor furnitur. Karena itu, manajemen menempatkan pengendalian HPP dan pengamanan kontrak jangka panjang sebagai langkah mitigasi utama.

Investasi senilai Rp10,97 miliar telah digelontorkan pada semester pertama tahun ini, termasuk dalam rencana akuisisi entitas baru yang dinilai dapat memperkuat diversifikasi bisnis dan menjaga stabilitas margin di jangka menengah.

Perusahaan juga mengincar peluang pertumbuhan dari tender pemerintah, proyek kerja sama operasi (KSO), serta perluasan lini ritel B2C. Seluruh strategi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas basis pendapatan.

“Kami akan menjaga likuiditas, menahan tekanan biaya, dan memaksimalkan nilai produk melalui pendekatan harga yang tepat dan kolaborasi strategis,” tutup Richie.

Berita Terkait

Hari Pelaut Sedunia 2026: Kemenhub Perkuat Kesejahteraan Pelaut, Indonesia Miliki 1,6 Juta Pelaut
SMIL Bidik Pendapatan Rp500 Miliar, Perkuat Bisnis Material Handling dan Ekspansi ke Sektor Tambang
Di Tengah Tekanan Pasar Otomotif, Bintraco Dharma Tetap Bukukan Laba Rp46 Miliar
Bintraco Dharma Bukukan Laba Inti Rp148 Miliar pada 2025, RUPST Putuskan Seluruh Laba Ditahan
DPUM Optimistis Tumbuh 32%, Siapkan Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Produksi
Ditjen Hubla dan US Coast Guard Tinjau Keamanan Empat Pelabuhan Batam, Perkuat Implementasi ISPS Code
PART Beberkan Prospek Usaha dan Strategi Pertumbuhan dalam Public Expose 2026
DPUM Siapkan Investasi Rp100 Miliar untuk Perkuat Kapasitas Produksi dan Ekspor

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:59 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Kemenhub Perkuat Kesejahteraan Pelaut, Indonesia Miliki 1,6 Juta Pelaut

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:44 WIB

SMIL Bidik Pendapatan Rp500 Miliar, Perkuat Bisnis Material Handling dan Ekspansi ke Sektor Tambang

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:11 WIB

Di Tengah Tekanan Pasar Otomotif, Bintraco Dharma Tetap Bukukan Laba Rp46 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:04 WIB

Bintraco Dharma Bukukan Laba Inti Rp148 Miliar pada 2025, RUPST Putuskan Seluruh Laba Ditahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:03 WIB

DPUM Optimistis Tumbuh 32%, Siapkan Ekspansi dan Penguatan Kapasitas Produksi

Berita Terbaru