Pakar Komunikasi : Hoaks Ancam Kepercayaan Publik dan Stabilitas Ekonomi Nasional

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara, Algooth Putranto, mengingatkan pentingnya edukasi verfikasi informasi publik di tengah derasnya arus hoaksyang kini bahkan menyasar sektor strategis seperti maritim. Peringatan ini disampaikan Algooth menyusul merebaknya hoaks pada pertengahan Juni kemarin mengenai kapal tunda JKW Mahakam dan tongkang Dewi Iriana yang diklaim milik mantan Presiden Joko Widodo dan mengangkut nikel dari Raja Ampat.

Narasi yang sempat viral di berbagai platform media sosial itu sendiri telah resmi dinyatakan sebagai hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak perusahaan pemilik kapal dan bahkan oleh Presiden Joko Widodo sendiri dan kemudian dimuat oleh berbagai media massa nasional. “Kasus JKW Mahakam ini bukan hanya soal berita bohong, tapi cermin betapa rapuhnya ekosistem informasi publik kita. Dalam hitungan jam, narasi palsu bisa membentuk persepsi, menciptakan kemarahan, bahkan menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan swasta maupun institusi negara,” ujar Algooth dalam pernyataannya di Jakarta (29/7).

Baca Juga :  BPH Migas Ungkap Peran Gas Bumi di Era Transisi Energi

Menurutnya, fenomena semacam ini menggambarkan apa yang disebut para ahli sebagai information disorder, alias gangguan informasi. “Kasus ini jelas masuk kategori disinformationkarena berita palsu yang dirancang dengan sengaja untuk menyesatkan publik,” tambah Algooth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Algooth menjelaskan bahwa disinformasi kini menjadi ancaman terhadap keamanan ekonomi dan stabilitas kepercayaan publik, terutama ketika isu-isu palsu berhasil merebut ruang utama pemberitaan. Kerugian akibat hoaks ini pun tak main-main, dari kerusuhan sosial, konflik politik hingga kerugian finansial ratusan triliun rupiah seperti yang pernah disampaikan oleh Kominfo di tahun 2021 silam. “Begitu hoaksmenguasai ruang percakapan digital, isu faktual seperti pembangunan industri maritim yang berkelanjutan juga dapat tenggelam,” paparnya.

Baca Juga :  Respons Isu Global, Kemenko Polkam Perkuat Forum Kerukunan Beragama dan Tokoh Agama

Namun, Algooth menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus berakar pada literasi digital dan partisipasi publik. “Melawan hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau media, tetapi juga tanggung jawab setiap warga digital. Literasi digital telah menjadi kompetensi kewargaan digital (digital citizenshipcompetencies) yang wajib dimiliki,” ujarnya.

Sektor maritim, sebagai tulang punggung ekonomi biru Indonesia, juga harus dilindungi dari ancaman disinformasi. Karena setiap hoaks yang menyerang sektor strategis bukan sekadar serangan terhadap nama baik individu atau perusahaan, tetapi juga terhadap kepercayaan pasar, investasi, dan stabilitas ekonomi nasional. Saya percaya, dengan kombinasi antara verifikasi media, respons cepat lembaga resmi, dan peningkatan literasi publik, kita bisa membangun ekosistem informasi yang lebih sehat dan tangguh untuk menghadapi badai hoaks,” tegasnya.

Berita Terkait

KSBSI Soroti Perlindungan Buruh Migran dan Desak Evaluasi Klaster Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026
Elly Rosita: KSBSI Minta Prabowo Umumkan Nasib Buruh
Menko Muhaimin: Sekolah Rakyat Harus Jadi “Game Changer” Pengentasan Kemiskinan
Bupati Tangerang dan DBMSDA Turun Tangan Kawal Kualitas Jalan Beton di Sukadiri
Bupati Tangerang Puji Satrad 401 Tanjung Kait: TNI Bukan Hanya Jaga Negara, Tapi Juga Sukseskan Program Pemerintah
Wujudkan Kepedulian Terhadap Masyarakat Sekitar, PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar
Sinergi Kuat! RSUD Pakuhaji Hadir di HUT ke-80 TNI AU, Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Mauk
Dari Langit ke Bumi: Satrad 401 Tanjung Kait Rayakan HUT TNI AU dengan Aksi Nyata untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:59 WIB

KSBSI Soroti Perlindungan Buruh Migran dan Desak Evaluasi Klaster Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026

Rabu, 29 April 2026 - 16:12 WIB

Elly Rosita: KSBSI Minta Prabowo Umumkan Nasib Buruh

Rabu, 29 April 2026 - 15:34 WIB

Menko Muhaimin: Sekolah Rakyat Harus Jadi “Game Changer” Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 29 April 2026 - 14:07 WIB

Bupati Tangerang dan DBMSDA Turun Tangan Kawal Kualitas Jalan Beton di Sukadiri

Selasa, 28 April 2026 - 21:52 WIB

Bupati Tangerang Puji Satrad 401 Tanjung Kait: TNI Bukan Hanya Jaga Negara, Tapi Juga Sukseskan Program Pemerintah

Berita Terbaru