Harapan Umat di Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Suararealitas.co – Nasrullah. AR menjelaskan hari ini saya mendapatkan banyak pertanyaan dari para Kiyai kampung, para zuniah pendiri partai dan rekan-rekan simpatisan partai terkait Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan yang akan digelar dari tanggal 27 – 29 di Jakarta yang nampaknya begitu riuh di publik, pertanyaannya adalah bagaimana menyelamatkan partai agar partai kembali berjaya atau minimal bisa mendapat kursi diparlemen, suatu keniscayaan memang partai yang sudah punya pengalaman panjang mengikuti pergolakan politik nasional dari pemiluke pemilu selalu survive hanya saja pemilu 2024 tereleminasi Atas pertanyaan demikian, berikut adalah respons saya secara objektif.

Mohon perkenan para Kiyai, para zuriah pendiri partai, simpatisan untuk menjadi bahan informasi yang positif dan kepada rekan-rekan media bisa memuatnya secara keseluruhan, agar menjadi bahan para petinggi partai bahkan masyarakat secara umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Muktamar adalah Forum permusyaratan tertinggi bagi Partai Persatuan Pembangunan Bagi saya, forum ini adalah kedaulatan absolut para muktamirin, karena melalui muktamar milah sarana legal konstitusional untuk memformulasikan nasib partai kedepan, jadi apapun aspirasi wajib hukumnya diakomudasi jangan sampai dinafikan.

2. Seharusnya, proses muktamar mestinya harus dipublikasikan secara transparan mekanismenya jangan terkesan tertutup, padahal mesti transparan agar rakyat tau Orientasi partai. Namun, tentu ini baru bisa terjadi jika memang dilakukan dengan pemimpi partai sidig, tablik amanah, patanah, profesional, bermoral, dan berintegritas tidak hipokrit. Pertanyaannya, apakah pemimpin partai persatuan pembangunan kita sudah memenuhi syarat-syarat ideal tersebut? Apakah praktik tidak jujur, yang menjadikan partai sebagai komoditas barang dagangan, dimana ketidak tulusan, menggunakan kesepatan oleh pimpinanpartaruntuk kepentingan pribadi adalah praktik lazim, prilaku etik yang begini harus dihilangkan agarpartaimendapat trust dari rakyat.

Baca Juga :  Reforma Agraria Lahirkan Regenerasi dan Kreativitas Petani Muda di Desa Soso

3. Nawaitu saya hanya memberikan warning agar muktamar tidak berkutat bicara soal pernilihan ketua umum saja tetapi bagai membicarakan program partai sampai ketingkat bawah (grass root level) agar secara struktural partai bisa maslahat bagi rakyat secara bekelajutan bukan hanya datang pada saat hajatan pemilu saja, Syukur Alhamdulillah jika sekelumit pemikiran ini bisa terkabulkan melalui forum terhormat muktamar. Apakah saya punya kepentingan individual atau kelompok tentu sama sekali tidak, ini semata kecintaan saya terhadap partai yang didirikan oleh para ulama yang kalo saya cermati secara historis mereka tidak ada jejak yang dominan memanfaatkan partai untuk kepentingan pragmatis sebagaimana fenomena sekarang.

4. Jika di Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan para muktamirin tidak cermat dalam menyusun Rule of the law dan rule of the game partai dalam rangka menggapai cita melalui take line transformasi untuk kebangkitan partai bisa hanya mimpi indah. Yang tidak kalah penting lagi Jika muktamirin salah memilih pimpinan partai ada dua kemungkinan yang terjadi pertama melanjutkan kepemimpin yang lalu, yang terbukti gagal kedua memilih pemimpin yang baru apakah mengharap ada perubahan semuanya ditentukan oleh para muktarmirin yang mempunyai kedaulatan.

Baca Juga :  Jelang Harlah ke-65 PMII Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an Dan Buka Puasa Bersama

5. Teraktur, saya benar – benar banyak sekali mendapat ungkapan penyesalan karena gagal masuk diparlemen pada pemilu 2024 kemudian banyak sekali mendapat harapan agar Partai Persatuan Pembangunan tetap masuk diparlemen pada pemilu 2029 lima tahun kedepan, penyesalan dan harapan tersebut datang dari aktivis ormas Islam, Kiyai-Kiyai kampung, tokoh masyarakat, masyarakat secara umum serta mahasiswa yang kemungkinan ada hubungan historis dengan Partai Persatuan Pembangunan kepada mereka semuanya saya merasa kagum padahal mereka tidak punya kepentingan apapun, caleg tidak bahkan dikunjungi oleh pengurus Partai Persatuan Pembangunan pun tidak, kepada mereka hanya bisa kita ucapkan terimakasih atas harapan dan kepedulianya. Setelah lorong gelap pastiada cahaya terang.

Berita Terkait

KKP Petakan 200 Titik Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Papua
Baznas Bazis DKI Targetkan Zakat Rp190 Miliar Selama Ramadan 2026
KKP Mulai Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Gelar Rapat Konsultasi Bersama DPD RI, Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Hadiri Puncak HPN 2026, Muhaimin Tekankan Peran Pers di Era Disrupsi Digital
Ahmad Arif Rifai Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional HPN 2026 Di banten, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat”
Lingga suri Kenang Agus Widjojo sebagai Sosok Berintegritas dan Rendah Hati
Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Beri Penghormatan Terakhir

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:50 WIB

KKP Petakan 200 Titik Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Papua

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:00 WIB

Baznas Bazis DKI Targetkan Zakat Rp190 Miliar Selama Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:59 WIB

KKP Mulai Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:28 WIB

Gelar Rapat Konsultasi Bersama DPD RI, Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Senin, 9 Februari 2026 - 18:21 WIB

Hadiri Puncak HPN 2026, Muhaimin Tekankan Peran Pers di Era Disrupsi Digital

Berita Terbaru