Dewasa Bersikap Tolak Provokasi “Indonesia Gelap”

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Suararealitas.co – Narasi “Indonesia gelap” kerap dimanfaatkan untuk memecah-belah masyarakat. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Jhon Tuba Helan, menyerukan penolakan provokasi dengan sikap cerdas dan kritis. Mereka menekankan bahwa kritik harus berbasis fakta dan disalurkan lewat saluran resmi.

Cucun menegaskan, DPR menyediakan mekanisme hak interpelasi dan rapat dengar pendapat untuk menampung aspirasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua ini pemerintah lagi bekerja,” ujarnya, menepis klaim kelam tentang kinerja pemerintahan Presiden Prabowo.

Baginya, wacana pemakzulan dan narasi “Indonesia gelap” tanpa dasar hanya akan mengganggu fokus program strategis, seperti pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Baca Juga :  E-Sport Kapolri Cup 2026 Resmi Diluncurkan, Polri Dukung Talenta Muda Indonesia

Sementara itu, Dr. Jhon Tuba Helan mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memahami visi-misi pemimpin terpilih.

“Para pemimpin terpilih punya visi misi…kita sebagai warga negara harus mendukung, menjalani kebijakan itu sehingga tidak terjadi kekisruhan,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa realitas demokrasi di Indonesia masih menantang karena rendahnya literasi politik di beberapa daerah.

“Rakyat…sering dimobilisasi oleh elite politik…sementara mereka sendiri tidak mengetahui secara benar kebijakan itu bermanfaat bagi rakyat atau tidak,” kata Jhon.

Baca Juga :  Wagub Rano Apresiasi Kemenangan Persija 3–0 atas Bhayangkara FC

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mengikuti seminar dan lokakarya kebijakan publik guna meningkatkan pemahaman. Dengan begitu, kritik akan menjadi alat perbaikan, bukan propaganda yang memecah belah.

Keduanya sepakat memadukan kekuatan DPR dan kalangan pengamat untuk memperkuat dialog konstruktif. Cucun berencana memperkuat panitia kerja untuk evaluasi kebijakan, sedangkan Jhon akan menggandeng perguruan tinggi dan lembaga riset untuk menyelenggarakan pelatihan literasi politik. Sinergi ini diharapkan dapat mematahkan provokasi “Indonesia gelap” dan memfokuskan energi publik pada dukungan percepatan pembangunan.

Berita Terkait

Kemeriahan Turnamen PIK 2 Cup: Ibu-Ibu PIA Ardhya Garini Satrad 401 Antusias Hadirkan Kuliner Khas
Pembukaan Open Tournament PIK 2 Cup Dimulai : Asda II Kabupaten Tangerang Tekankan Sportivitas
Wali Kota Iin Mutmainnah Pastikan Kesiapan Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Jakarta Barat 2026
Jelang Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota, Kecamatan Kembangan Gelar Kerja Bakti Massal di Maroedja Sport Park
Semangat Juang Atlet Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Bawa Pulang Dua Perunggu POPDA XII Banten. ‎
Jelang Kompetisi 2026, YAMBA FC Matangkan Persiapan Lewat Laga Uji Coba di Cianjur
Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Kalahkan Vietnam 2-1
E-Sport Kapolri Cup 2026 Resmi Diluncurkan, Polri Dukung Talenta Muda Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52 WIB

Kemeriahan Turnamen PIK 2 Cup: Ibu-Ibu PIA Ardhya Garini Satrad 401 Antusias Hadirkan Kuliner Khas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Pembukaan Open Tournament PIK 2 Cup Dimulai : Asda II Kabupaten Tangerang Tekankan Sportivitas

Senin, 6 Juli 2026 - 16:09 WIB

Wali Kota Iin Mutmainnah Pastikan Kesiapan Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Jakarta Barat 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 15:58 WIB

Jelang Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota, Kecamatan Kembangan Gelar Kerja Bakti Massal di Maroedja Sport Park

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:10 WIB

Semangat Juang Atlet Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Bawa Pulang Dua Perunggu POPDA XII Banten. ‎

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur Buka Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:20 WIB