Mengenal Sosok Sri Raja Bhujangga Praktisioner Keturunan Airlangga yang Bersifat Waisnawa

- Jurnalis

Rabu, 4 Mei 2022 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mengenal Sosok Sri Raja Bhujangga Praktisioner Keturunan Airlangga yang Bersifat Waisnawa
Gambar Wayang Krisna sebagai contoh simbol Bhujangga

Karangasem – Kutipan dari Lontar Babad Arya Kepakisan, walyowuwusan I Gusti Nengah Karang, ri huwus hana swa wangsa, irika kapwa sira SUMALUK KABHUJANGGAN, diksa sangaskara, masila yukti, mene teka ring atuwa nira manggeh maka sajna SRI RAJA BHUJANGGA ANGLURAH NENGAH KARANGASEM, sira ta sumbunging para kula wangsa nira, DEWATA RING KUSAMBHI, mangkana pidarthanya taham pwa gati SRI RAJA BHAGAWAN.

Terjemahan, kembali diceritakan halnya I Gusti Nengah Karang, setelah mempunyai anak, maka ketika itu ia menjalani hidup kependetaan melalui upacara diksa, dengan memegang teguh perilaku mulia, sehingga pada hari tuanya bergelar SRI RAJA BHUJANGGA ANGLURAH NENGAH KARANGASEM, ia sangat dijunjung oleh keturunannya dengan gelar DEWATA RING KUSAMBHI. Demikian kisahnya, termasuk perilaku SRI RAJA BHAGAWAN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlu diketahui, Raja Anglurah Nengah Karangasem menjadi Raja di Karangasem pada abad ke-17 sekitar pada tahun 1600-an. Setelah memiliki keturunan, beliau menjalani hidup kependetaan melalui diksa (inisiasi). Di hari tuanya, beliau bergelar SRI RAJA BHUJANGGA ANGLURAH KARANGASEM, beliau wafat di Kusambhi, sehingga keturunannya menjunjung tinggi dengan gelar DEWATA RING KUSAMBHI, kini Kusambhi telah menjadi Pura Kusambhi yang letaknya dekat Desa Padangkerta, dan Budakeling, Karangasem.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergitas, Insan Media di Sambut Baik oleh Kades Kohod

“Menilik dari lontar Babad Arya Kepakisan ini yang menyatakan bahwa beliau itu “SUMALUK KABHUJANGGAN” kemudian bergelar SRI RAJA BHUJANGGA, maka kita harus telusuri istilah Bhujangga itu adalah gelar kependetaan waisnawa yang dalam praktiknya melakukan pemujaan kepada Dewa Wisnu sebagai Dewa pemelihara dari Tri Murti: Brahma,Wisnu, dan Siwa. Apa saja yang beliau lakukan dalam menjalani hidup sebagai Sri Raja Bhujangga ? sudah tentu melakoni disiplin Bhakti Yoga yaitu, suatu proses mempersatukan Atman (roh) dengan Brahman atau Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan yang Maha Esa) dengan berlandaskan atas dasar cinta kasih yang mendalam kepada Tuhan dan segala ciptaannya,” ucap Anak Agung Made Jelantik Karang (Gung Ade Karang) saat dimintai keterangan oleh wartawan Suararealitas, Rabu, (4/5/2022) malam.

Dalam hal ini, kata Gung Ade Karang, Sang Raja melihat semua makhluk ada Tuhan yang bersemayam di dalam tubuh-tubuh makhluk tersebut, dan kesehariannya beliau merapalkan mantra memanggil nama Tuhan untuk membentuk kebiasaan yang kuat tentang pengingat Tuhan, sehingga hal tersebut mengingatkannya pada saat kematian tiba. Karena keadaan hidup manapun yang diingat oleh seseorang pada saat meninggalkan badannya, maka keadaan itulah yang akan dicapainya.

Baca Juga :  ATR/BPN Kabupaten Tangerang Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban Sebanyak Tujuh Ekor Sapi

“Beliau menyadari bahwa, roh sifatnya kekal, dan penuh kebahagiaan, karena adanya hubungan dengan alam, maka roh itu mengalami penderitaan, dan kelahiran atau reinkarnasi berulang-ulang. Seluruh alam semesta ini dipenuhi dengan jiwa atau roh-roh berkepribadian. Setiap atom atau ruang terdapat roh atau jiwa. Selain itu, beliau mengerti tentang kebahagiaan roh akan terwujud saat mencapai pembebasan atau Moksa, dan cara untuk mencapai pembebasan adalah dengan jalan Bhakti menurut Waisnawa, seperti itulah pengetahuan, dan praktik spiritual Sri Raja Bhujangga,” kata Gung Ade Karang.

Lanjut, Gung Ade Karang katakan, rupanya Sri Raja Bhujangga Anglurah Nengah Karangasem ini mengikuti jalan leluhur beliau yang pernah semasa hidupnya menjadi Raja Kediri di Jawa Timur yaitu, Sri Airlangga yang telah disimbolkan sebagai titisan Dewa Wisnu mengendarai burung Garuda atau Garuda Wisnu Kencana.

Penulis: Ukie Noverdianto

Editor: Reza Mahendra

Berita Terkait

DBMSDA Kabupaten Tangerang Giatkan Indonesia ASRI: Aksi Bersih-bersih Sampah Bukti Komitmen Jaga Lingkungan
Respon Cepat Divpropam Mabes Polri Terhadap Surat DPC PPWI Majalengka || Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Polres Majalengka
Penanaman Tiang Internet MyRepublic di Serpong Tuai Polemik, Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap
Jelang Munas X, LDII Jakarta Utara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Arus Balik Meningkat, Korlantas Terapkan One Way dari KM 132 hingga KM 70
Karang Taruna Sungai Bambu Gelar Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H
DKM Miftahusalam bersama Pengurus RW 12 Peringati Nuzulul Qur’an dan santunan 
Kanwil Kamenag Provinsi Banten Jalankan Program Masjid Ramah Pemudik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:11 WIB

DBMSDA Kabupaten Tangerang Giatkan Indonesia ASRI: Aksi Bersih-bersih Sampah Bukti Komitmen Jaga Lingkungan

Kamis, 23 April 2026 - 10:55 WIB

Respon Cepat Divpropam Mabes Polri Terhadap Surat DPC PPWI Majalengka || Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Polres Majalengka

Senin, 20 April 2026 - 09:10 WIB

Penanaman Tiang Internet MyRepublic di Serpong Tuai Polemik, Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap

Senin, 30 Maret 2026 - 23:34 WIB

Jelang Munas X, LDII Jakarta Utara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:51 WIB

Arus Balik Meningkat, Korlantas Terapkan One Way dari KM 132 hingga KM 70

Berita Terbaru

Megapolitan

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11 WIB