Warga Jakarta Barat Keluhkan Kualitas Es Kristal di Jelambar Tak Layak Konsumsi

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu distributor es kristal terbesar di bilangan Jakarta Barat. (Foto: Ekslusif suararealitas.co).

Salah satu distributor es kristal terbesar di bilangan Jakarta Barat. (Foto: Ekslusif suararealitas.co).

JAKARTA, suararealitas.co – Masyarakat di kawasan Jakarta Barat mencurigai adanya dugaan zat-zat kimia terlarang dalam es kristal yang di jual oleh salah satu distributor terbesar di wilayahnya. Pasalnya, mereka merasakan aneh setelah mengonsumsinya.

“Ketika habis mengonsumsinya itu bang merasa tenggorokkan seperti ada yang ganjal, bahkan beberapa hari malah jadi sakit tenggorokkan yang berujung batuk-batuk,” ujar masyarakat berinisial RAK kepada suararealitas.co, Rabu (16/4/2025).

“Saya curiga itu es kristal yang dijual distributor gak beres bang, jangan-jangan diduga ada campuran kimia nya lagi,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RAK pun meminta kepada instansi terkait untuk telusuri distributor tersebut mendapatkan supplay es kristal dari pihak mana.

Selain itu, dia juga berharap agar periksa soal kelengkapan perizinannya.

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya, bahwa terkait kesterilan es kristal Hokita yang di jual distributor yang berada di Jl. Jelambar Jaya 4 No.23, RT.10/RW.2, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat diduga belum mempunyai izin terkait dengan hasil laboratorium untuk penggunaan air tersebut, dan BPOM.

Baca Juga :  Hadiri Rakernas II Partai Buruh, L. Selano: Kita Melihat Ada Perubahan Besar Dalam Iklim Sosial

Bahkan, penggunaan air tanah untuk kegiatan produksi es batu yang tidak terkena pajak, sehingga memperkaya diri sendiri.

Menanggapi dari sisi kesehatan lingkungan, Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari mengatakan, bahwa untuk es kristal yang langsung dikonsumsi terlebih dahulu harus mengetahui dipastikan sudah memenuhi syarat dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

“Jika hasil laboratorium nya tidak memenuhi baku mutu air minum terutama parameter mikrobiologi (e.coli dan total coli form), sebaiknya dilakukan pengolahan dulu baru dikonsumsi (misalnya dengan merebus untuk membunuh bakteri), jika parameter kimia tidak memenuhi baku mutu, sebaiknya jangan dikonsumsi,” ungkap Erizon saat dimintai keterangan suararealitas.co via WhatsApp, Kamis (20/3).

Erizon mengaku, bahwa jika terbukti tidak layak (dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium yang tidak memenuhi baku mutu air minum), tugas instansi-instansi terkait untuk melakukan pembinaan sebelum dilakukan penindakan oleh instansi yang berwenang.

“Peran Sudin Kesehatan ialah memberikan penyuluhan dan edukasi terkait personal hygiene dan sanitasi proses pengolahan es batu (adanya sertifikat pelatihan keamanan pangan siap saji bagi penjamah dan penanggung jawab) tempat pengolahan pangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Targetkan Keruk Kali Grogol Rampung 1 Bulan Lagi

Permintaan BPOM kepada Perusahaan Es Batu

Diberitakan sebelumnya, BPOM meminta semua perusahaan es batu untuk mendaftarkan diri dan mengevaluasi kelayakan industri es batu tersebut.

Izin edar BPOM adalah tanda resmi bahwa kualitas produk terjamin dan bebas dari kandungan yang berbahaya untuk konsumen.

Sertifikasi pangan adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk yang dijual untuk konsumsi manusia.

Selain terdaftar di BPOM, es batu kristal juga bisa memiliki sertifikasi lain, seperti; Sertifikasi HACCP, Sertifikasi GMP, Sertifikasi HALAL dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk memastikan keamanan es batu, BPOM mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi es batu.

Hingga berita ini diterbitkan, suararealitas.co tengah mencoba melakukan konfirmasi kepada sumber yang terkait sejak Kamis, 20 Maret 2025 lalu namun belum direspon. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Berita Terkait

Dari Rusun Pesakih Kolaborasi Dinkes DKI dan Novo Nordisk Dorong Akses Pangan Sehat
Perkuat Layanan Promotif-Preventif, Puskesmas Kutabumi Gelar Cek Kesehatan Gratis di Gereja Santo Petrus
Pengawasan Pangan di Jakarta Barat, Mpok Jupe Frozen Food Ditemukan Jual Produk Tanpa Label hingga Kedaluwarsa
ICATI Jakarta Gelar Donor Darah Kedelapan, 540 Orang Antusias Mendaftar
Hari Paru Sedunia 2026, PDPI Serukan Pentingnya Menjaga Paru Sepanjang Kehidupan
Sambut Hari Olahraga Nasional, Prudential Indonesia Serukan Gaya Hidup Aktif sebagai Investasi Kesehatan
PDPI Ingatkan Bahaya Kabut Asap Karhutla: PM2,5 Bisa Tembus Paru-paru
Diduga Abaikan Kebersihan, Pabrik Tahu di Jamblang Cirebon Didesak Segera Diperiksa

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Dari Rusun Pesakih Kolaborasi Dinkes DKI dan Novo Nordisk Dorong Akses Pangan Sehat

Minggu, 27 September 2026 - 15:22 WIB

Perkuat Layanan Promotif-Preventif, Puskesmas Kutabumi Gelar Cek Kesehatan Gratis di Gereja Santo Petrus

Sabtu, 26 September 2026 - 16:28 WIB

Pengawasan Pangan di Jakarta Barat, Mpok Jupe Frozen Food Ditemukan Jual Produk Tanpa Label hingga Kedaluwarsa

Sabtu, 26 September 2026 - 12:17 WIB

ICATI Jakarta Gelar Donor Darah Kedelapan, 540 Orang Antusias Mendaftar

Jumat, 25 September 2026 - 16:17 WIB

Hari Paru Sedunia 2026, PDPI Serukan Pentingnya Menjaga Paru Sepanjang Kehidupan

Berita Terbaru