Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTIroni! Lapangan Cendrawasih Gersang dan Berdebu, Pengelola Akui Tak Ada Anggaran PerawatanKomentar: 0
Achmad Yani

Ironi! Lapangan Cendrawasih Gersang dan Berdebu, Pengelola Akui Tak Ada Anggaran Perawatan

Suara Realitas, 20 Oktober 2026, 12:35 WIB · 3 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
POTRET - Kondisi Lapangan Sepak Bola Cendrawasih, Jakarta Barat, yang gersang, berdebu, dan nyaris tanpa rumput. Pengelola mengaku tidak memiliki anggaran khusus perawatan untuk menjaga kelayakan fasilitas olahraga milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. (Foto: Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Kondisi Lapangan Sepak Bola Cendrawasih, Jakarta Barat yang gersang, berdebu, dan nyaris tanpa rumput menjadi sorotan.

Pihak pengelola mengakui tidak memiliki anggaran khusus untuk perawatan, sehingga pemeliharaan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu dilakukan secara terbatas.

Penyiraman Rutin Belum Mampu Atasi Rumput Mengering

Bendahara Pengeluaran Gelanggang Jakarta Barat (GJB) UPT Gelanggang Jakarta Barat, Woni Romano mengatakan, pengelola selama ini berupaya menjaga kondisi lapangan dengan menyiram permukaan lapangan setiap pagi.

Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi kondisi rumput yang mengering akibat cuaca panas.

“Setiap pagi juga kita semprot. Paling tidak sampai satu jam sudah kering lagi. Kita juga menambah air dan berusaha semaksimal mungkin,” kata Woni saat menjelaskan upaya pemeliharaan Lapangan Cendrawasih melalui saluran telepon, Selasa (20/10/2026).

Menurut dia, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam merawat rumput lapangan.

Saat musim hujan, rumput dapat tumbuh dengan cepat sehingga membutuhkan pemotongan secara rutin.

Sebaliknya, pada musim kemarau, rumput mengering dan sebagian tidak lagi tumbuh.

Pengelola Akui Tak Punya Anggaran Khusus Perawatan

Meski demikian, Woni mengungkapkan persoalan pemeliharaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi cuaca.

Baca Juga :  Bos Persija Jakarta Nirwan Bakrie Dukung Kehadiran Flores United

Ketiadaan anggaran khusus perawatan menjadi kendala utama bagi pengelola dalam melakukan pembenahan fasilitas.

“Di sini, kami sama sekali tidak memiliki anggaran untuk perawatan. Kami hanya bertugas mengelola,” ujar Woni.

Retribusi Fasilitas Disetor ke Kas Daerah

Ia mengaku baru satu tahun bertugas di Gelanggang Jakarta Barat (GJB) dan sekitar tiga bulan di GOR Cendrawasih.

Woni menjelaskan, sejumlah fasilitas di kawasan Gelanggang Cendrawasih tetap dimanfaatkan masyarakat dengan mekanisme pembayaran retribusi.

Fasilitas tersebut meliputi lapangan sepak bola, lapangan futsal, gedung serbaguna, lapangan bulu tangkis, hingga asrama.

Ia menyebut setiap fasilitas yang ada punya target penerimaan retribusi masing-masing yang harus disetorkan ke kas daerah, sementara pengelola mengaku tidak memiliki anggaran khusus untuk pemeliharaan fasilitas.

Menurut Woni, dalam kondisi tertentu, penerimaan yang dikelola untuk kebutuhan operasional dapat digunakan bagi keperluan mendesak, seperti pembelian kapur untuk lapangan.

Perbaikan Skala Besar Bergantung pada Dinas Terkait

Kendati demikian, dana tersebut tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan berskala besar.

“Kalau untuk perawatan yang agak besar, biasanya ke dinas. Kita hanya UPT, hanya sekadar pengelola,” katanya.

Ia menambahkan, pengelola telah berupaya menyampaikan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana kepada pimpinan.

Baca Juga :  Operasi Zebra Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Tindak Pengendara Lawan Arus hingga Main HP di Jalan

Namun, penanganan yang membutuhkan anggaran besar disebut berkaitan dengan kewenangan dinas dan rencana revitalisasi kawasan.

Kondisi Lapangan Jadi Sorotan JBJL 2026

Kondisi Lapangan Cendrawasih sebelumnya turut menjadi perhatian setelah Jakarta Barat Junior League (JBJL) 2026 memilih menggunakan lapangan swasta untuk penyelenggaraan kompetisi selama periode Juli hingga Desember 2026.

Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Barat, H. Achmad YaniH. Achmad Yani sebelumnya menyoroti kondisi lapangan milik pemerintah yang gersang, kering, dan nyaris tidak memiliki rumput.

Kondisi tersebut dinilai tidak layak untuk menunjang kompetisi sepak bola usia dini.

Ketiadaan anggaran perawatan yang diungkapkan pengelola menunjukkan perlunya penjelasan lebih lanjut dari dinas terkait mengenai mekanisme pemeliharaan fasilitas olahraga tersebut.

Pemerintah daerah perlu memastikan kejelasan pembagian tanggung jawab antara unit pengelola dan dinas, termasuk ketersediaan anggaran untuk menjaga kondisi lapangan tetap layak digunakan.

Fasilitas olahraga publik tidak hanya dituntut menghasilkan penerimaan daerah, tetapi juga harus terpelihara dengan baik agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman dan nyaman.

Baca tentangAchmad Yani
Lihat Olahraga Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Olahraga
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain