Jakarta, Suararealitas.co — PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) memaparkan kinerja keuangan dan strategi bisnis terbarunya dalam Public Expose 2025 yang disampaikan langsung oleh Presiden Direktur LGI, Agus Benjamin. Dalam paparannya, Agus menegaskan langkah besar perusahaan menuju 2026 melalui penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Hingga Oktober 2025, LGI membukukan kinerja positif di sejumlah indikator utama. Income Before Tax, Earning Per Year, dan Net Profit After Tax menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kinerja tersebut turut diperkuat oleh Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), dan Risk-Based Capital (RBC) yang tetap sehat dan terjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Capaian tahun ini menjadi pijakan kuat bagi LGI untuk menutup 2025 dengan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua indikator ini membuktikan bahwa perusahaan dikelola dengan benar dan berada pada jalur pertumbuhan yang tepat,” ujar Agus Benjamin.
Industri Asuransi 2025: Tantangan Besar, Peluang Lebih Besar
Dalam paparannya, Agus Benjamin menyoroti lima tantangan utama yang memengaruhi industri asuransi sepanjang 2025, yakni: ketidakpastian ekonomi global, tekanan profitabilitas, perubahan regulasi, dampak risiko iklim, serta tuntutan penerapan ESG.
Agus menekankan bahwa seluruh tantangan tersebut tidak hanya menjadi hambatan, tetapi juga membuka peluang untuk mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat fondasi perusahaan.
Prospek 2026: Health Insurance dan Credit Insurance Diunggulkan
Memasuki 2026, LGI memproyeksikan health insurance sebagai salah satu engine of growth terbesar, mengingat potensi pasar yang terus berkembang di Indonesia. Sementara itu, credit insurance menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan, meskipun memerlukan pengelolaan risiko yang lebih prudent.
Agus juga menyoroti pengembangan Korea-based business, sebuah divisi yang melayani perusahaan-perusahaan Korea dan afiliasinya. Sebagai perusahaan asuransi Korea-joined venture terbesar di Indonesia, LGI melihat peluang besar untuk memperkuat portofolio bisnis internasional tersebut.
Transformasi Digital Jadi Penggerak Utama
Menurut Agus, sebagian besar inisiatif strategis LGI diarahkan ke ranah digital. Beberapa proyek prioritas meliputi: Behavior-Based Application untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, pengembangan next-generation digital platform, implementasi e-Benefit berbasis AI untuk layanan kesehatan korporat, pengembangan produk asuransi S&T, ekspansi travel protection ke pasar global, serta penguatan cyber insurance sebagai respons terhadap meningkatnya risiko digital.
LGI juga memperluas kerja sama dengan bank, broker, perusahaan teknologi, dan mitra strategis lainnya untuk memperkuat ekosistem digital perusahaan.
Momentum 2025: Sertifikasi ISO hingga Penguatan CSR
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi LGI. Agus mengungkapkan bahwa perusahaan meraih kembali sejumlah sertifikasi ISO di bidang operasi, sistem informasi, dan layanan kesehatan—bukti konsistensi LGI dalam menjaga kualitas dan standar operasional.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) pun terus diperluas sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Filosofi Pertumbuhan: Adaptif, Inovatif, dan Bernilai
Menutup paparannya, Agus Benjamin menegaskan filosofi pertumbuhan LGI yang berfokus pada peningkatan kinerja dari tahun ke tahun, adaptasi cepat terhadap perubahan industri, inovasi berkelanjutan, serta penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan pencapaian signifikan sepanjang 2025 dan strategi yang agresif menuju 2026, LGI optimistis memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan asuransi terdepan di Indonesia.


































