KARAWANG, suararealitas.co – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Karawang melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang, Kamis (28/8) sekira pukul 19.00 WIB.
Aksi ini merupakan bentuk protes atas diamankannya 49 siswa SMK oleh pihak kepolisian pada pagi harinya.
Menurut informasi dari Wakapolres Karawang, bahwa para siswa SMK tersebut diamankan sekitar pukul 11:00 WIB karena diduga hendak melakukan aksi demonstrasi ke Jakarta dan Bandung tanpa izin yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka adalah gabungan siswa dari beberapa SMK di Karawang yang rencananya akan melakukan aksi demo ke Jakarta dan Bandung. Kami hanya ingin meminta keterangan, tidak ada yang akan ditahan,” ujar Wakapolres.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa setelah pemeriksaan selesai, para siswa akan segera dipulangkan ke orang tua masing-masing.
“Kami akan kembalikan ke orang tuanya setelah semua proses selesai. Tidak ada penahanan,” tambahnya.
Namun, mahasiswa yang berkumpul di depan Polres menyuarakan keresahan mereka terhadap perlakuan terhadap adik-adik mereka tersebut.
Menurut mereka, para siswa diamankan secara tidak adil dan disebut-sebut positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urin yang dilakukan pihak kepolisian.
“Kami menolak stigma terhadap adik-adik kami! Mereka bukan pelaku kriminal. Kami minta kejelasan dan transparansi atas penangkapan ini. Kami minta semua siswa dibebaskan,” teriak salah satu orator mahasiswa dalam aksi itu.
Pantauan dilokasi, aksi mahasiswa ini berlangsung damai meskipun dijaga ketat aparat keamanan.
Tak hanya itu, mereka juga membawa poster dan spanduk berisi tuntutan pembebasan siswa SMK serta kecaman terhadap upaya kriminalisasi terhadap pelajar.
Bahkan, aksi ini menjadi sorotan publik di Karawang karena melibatkan solidaritas mahasiswa terhadap pelajar SMK yang diamankan aparat.
Meski pihak kepolisian menegaskan tidak akan melakukan penahanan, mahasiswa tetap menuntut transparansi atas alasan penangkapan serta hasil tes urin yang dinilai menjadi dasar perlakuan tidak adil terhadap para siswa.
Situasi diperkirakan masih akan berkembang, menunggu hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak kepolisian.
Penulis : Mas Don